Connect with us

Berita

322 Petugas Ibadah Haji Berangkat ke Tanah Suci

Persiapan haji 2026 dimulai, 322 PPIH diberangkatkan untuk mendukung kelancaran ibadah jemaah Indonesia.

Logompn

Published

on

322 Petugas Ibadah Haji Berangkat ke Tanah Suci
322 Petugas Ibadah Haji Berangkat ke Tanah Suci. Gambar: Dok. Kemenhaj

MPN Indonesia 21 April 2026 - Sebanyak 322 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) diberangkatkan ke Arab Saudi pada Sabtu (18/4) sebagai bagian dari gelombang pertama untuk memperkuat layanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Keberangkatan ini menandai rampungnya pengiriman petugas tahap awal yang akan bertugas pada penyelenggaraan haji 2026, khususnya di Daerah Kerja (Daker) Madinah.

Para petugas disiapkan untuk mendukung operasional layanan sejak fase awal kedatangan jemaah, termasuk pengendalian di lapangan dan pengaturan mobilitas saat puncak ibadah.

Petugas yang diberangkatkan berasal dari Daker Madinah dan akan langsung menjalankan tugas setibanya di Arab Saudi.

Direktur Bina Petugas Haji Reguler Chandra Sulistio Reksoprodjo mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dalam menghadapi tahapan krusial ibadah haji.

“Siapkan fisik dengan baik. Kegiatan di lapangan membutuhkan stamina yang kuat, terutama saat fase Armuzna,” ujar Chandra, dikutip MPN Indonesia melalui laman Kemenhaj pada Selasa (21/4).

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid menegaskan bahwa kualitas haji sangat ditentukan oleh pengendalian operasional di lapangan.

“Baik buruknya pelaksanaan haji ini tergantung bagaimana kita mengendalikan. Kalau berhasil, maka pengendaliannya berhasil,” ujarnya.

Ia juga meminta petugas aktif melakukan pengawasan dan cepat merespons persoalan yang dihadapi jemaah selama proses haji berlangsung.

Persiapan dan Penempatan Petugas di Arab Saudi

Sebelum diberangkatkan, para petugas haji telah mengikuti pembekalan intensif di Asrama Haji Jakarta pada Jumat (17/4).

Pembekalan tersebut mencakup kesiapan teknis, pemahaman skema penugasan, serta penguatan peran pada fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan operasional penyelenggaraan haji 2026 agar layanan berjalan sesuai rencana.

Kasatops Armuzna dan Linjam Laksma Harun Ar-Rasyid menyampaikan bahwa petugas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis termasuk di Mina dan jalur menuju Jamarat untuk memastikan kelancaran mobilitas jemaah.

Baca Juga:  Apa Itu Haji Mabrur? Ini Pengertian dan Tips Meraihnya

“Penempatan dilakukan di pos-pos ad hoc serta jalur pergerakan jemaah untuk memastikan mobilitas berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, petugas juga akan diperbantukan secara dinamis di titik-titik krusial, termasuk di Arafah, untuk mengurai kepadatan jemaah.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending