Connect with us

Berita

Apa Bedanya Minyak Brent dan WTI?

Brent umumnya menjadi acuan pasar internasional di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, sementara WTI menjadi standar utama di Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Apa Bedanya Minyak Brent dan WTI
Apa Bedanya Minyak Brent dan WTI? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Mei 2026 - Apa bedanya minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mungkin menjadi pertanyaan bagi sebagian orang.

Pasalnya, keduanya sering disebut dalam berbagai update harga minyak dunia.

Bukan tanpa alasan, Brent dan WTI diketahui memang merupakan dua patokan harga minyak mentah paling dominan yang digunakan secara global.

Minyak mentah Brent dan WTI dipakai oleh pedagang, pemerintah, serta konsumen untuk melacak harga minyak dunia, menentukan kontrak perdagangan, hingga menyusun anggaran negara.

Dikutip MPN Indonesia dari Investopedia, Brent umumnya menjadi acuan pasar internasional di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, sementara WTI menjadi standar utama di Amerika Serikat.

Brent berasal dari ladang minyak Laut Utara dan pada 2023 patokannya diperluas untuk memasukkan minyak mentah dari Cekungan Permian di Midland, Texas. Sementara itu, WTI bersumber dari ladang minyak daratan Amerika Serikat.

Kedua jenis minyak ini sama-sama tergolong “ringan” dan “manis”, yang berarti lebih mudah dimurnikan menjadi bensin dan bahan bakar lainnya dibandingkan minyak mentah yang lebih berat dan memiliki kandungan sulfur tinggi.

Minyak Brent

Minyak mentah Brent merupakan patokan harga minyak dunia yang paling banyak digunakan. Lebih dari 70% perdagangan minyak mentah global mengacu pada harga Brent.

Harga Brent dinilai setiap hari oleh S&P Global berdasarkan transaksi kargo fisik untuk pengiriman yang akan dimuat 10 hingga 30 hari ke depan.

Pendekatan berbasis transaksi fisik ini menjadikan Brent sebagai harga acuan utama minyak dunia.

Kontrak berjangka Brent diperdagangkan terutama di Intercontinental Exchange (ICE).

Karena diproduksi di dekat laut, biaya transportasi Brent relatif lebih rendah. Sebaliknya, WTI diproduksi di wilayah daratan sehingga biaya transportasinya cenderung lebih tinggi.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Hari Ini 7 Oktober 2026 Naik, Brent di Atas 101 Dolar per Barel

Peristiwa geopolitik dapat memengaruhi pergerakan harga Brent secara signifikan.

Pada Februari 2026, menyusul dimulainya perang Iran, Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global secara efektif ditutup bagi sebagian besar lalu lintas kapal tanker.

Dalam kondisi tersebut, harga minyak mentah Brent naik lebih cepat dibandingkan WTI karena pasokannya lebih terpapar jalur transportasi internasional yang terdampak konflik.

Minyak WTI

Di Amerika Serikat, WTI menjadi patokan harga standar. Minyak ini sedikit lebih “manis” dan “lebih ringan” dibandingkan Brent.

Dalam praktiknya, WTI biasanya diperdagangkan dengan sedikit diskon dibandingkan Brent.

Kontrak berjangka WTI diperdagangkan di New York Mercantile Exchange (NYMEX) dan diselesaikan melalui pengiriman fisik di Cushing, Oklahoma.

Tingkat penyimpanan di wilayah tersebut secara langsung memengaruhi harga WTI.

Pada April 2020, ketika permintaan runtuh akibat pandemi dan fasilitas penyimpanan di dalam serta sekitar Cushing hampir penuh, harga berjangka WTI sempat negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pada 20 April 2020, harga kontrak berjangka WTI ditutup pada -$37,63 per barel. Brent juga turun tajam tetapi tetap berada di atas nol, ditutup pada $19,33 per barel karena fleksibilitas penyimpanan luar negeri yang lebih besar.

Hingga Desember 2015, hukum AS melarang ekspor minyak mentah sehingga WTI hampir sepenuhnya menjadi patokan domestik.

Setelah larangan tersebut dicabut, minyak mentah AS mulai mengalir ke pasar global dan pengaruh WTI sebagai sinyal harga internasional meningkat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending