Connect with us

Berita

Apa Itu True Crime Community? Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta Diduga Terlibat dalam Grup Tersebut

BNPT mengungkap pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta Utara mengakses grup True Crime Community (TCC). Pemerintah kini melakukan pemulihan psikologis dan pendalaman kasus.

Logompn

Published

on

Apa itu true crime community pelaku bom sman 72 jakarta diduga terlibat dalam grup tersebut
Ilustrasi Pelaku Kriminal. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 November 2025 - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap bahwa siswa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara yang kini berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) diketahui mengakses grup daring bernama True Crime Community (TCC).

Informasi ini disampaikan oleh Kepala BNPT, Komjen Eddy Hartono dalam Konferensi Pers Penanganan Rekrutmen Online Terhadap Anak-anak oleh Kelompok Terorisme di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/11).

Dalam pemaparannya, Eddy menjelaskan bahwa melalui grup tersebut, pelaku dapat melihat berbagai aksi kekerasan dari berbagai belahan dunia.

Akses terhadap konten itu diduga mendorong pelaku meniru perilaku serupa.

Ia menyebut tindakan tersebut dilakukan untuk memperoleh pengakuan atau kebanggaan secara psikologis.

“Kalau di yang SMAN 72 diketahui Densus juga mengakses kepada grupnya, namanya TCC, True Crime Community. Jadi dia bisa meniru ide perilaku apa yang terjadi,” ujar Komjen Eddy dalam pernyatannya.

“Sehingga dia meniru supaya bisa dibilang hebat ya, supaya ada kebanggaan. Nah itu dari segi psikologis,” tambahnya.

Upaya Pemulihan Psikologis oleh Pemerintah

BNPT bersama sejumlah kementerian dan lembaga melakukan pendalaman terhadap kondisi psikologis pelaku.

Eddy menyebut proses ini melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Sosial (Kemensos), serta para ahli psikologi untuk pemetaan dan evaluasi kondisi pelaku.

“Sehingga ketika diketahui secara psikologis apa yang terjadi, baru kita melakukan rehabilitasi. Kira-kira rehab apa yang pas ketika orang atau anak-anak ini mengalami tekanan secara psikologis,” jelas Komjen Eddy.

Baca Juga:  Rizky Billar Laporkan 6 Akun Media Sosial terkait Kasus Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Kronologi Ledakan di SMAN 72

Ledakan terjadi di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB, bertepatan dengan waktu pelaksanaan salat Jumat di area masjid sekolah.

Tidak ada korban meninggal dunia, namun sebanyak 96 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Densus 88 Pastikan Bukan Aksi Terorisme

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana menyampaikan bahwa tindakan pelaku tidak terkait dengan aksi terorisme.

Ia menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi aktivitas teror oleh pelaku.

“Tidak ditemukan adanya aktivitas terorisme yang dilakukan oleh ABH (anak berkonflik dengan hukum). Jadi murni tindakan yang dilakukan adalah tindakan kriminal umum,” ungkap AKBP Mayndra dalam konferensi pers pada Selasa (11/11).

Peningkatan Rekrutmen Daring terhadap Anak

Dalam konferensi yang sama, AKBP Mayndra menyoroti tren meningkatnya paparan radikalisme pada anak melalui media daring, termasuk media sosial dan game online.

Pola yang sering muncul adalah peniruan perilaku kekerasan atau memetic violence.

Komjen Eddy menjelaskan, “Bahwa di dalam kajian psikologis ya, itu ada istilahnya namanya memetic radicalization atau memetic violence ya. Jadi dia lebih kepada meniru ide atau perilaku.”

AKBP Mayndra mencatat bahwa sepanjang 2011 hingga 2017, Densus 88 mengamankan sekitar 17 anak terkait paparan jaringan teror.

Namun pada 2025, jumlahnya melonjak signifikan menjadi lebih dari 110 anak yang teridentifikasi.

“Jadi artinya kita bisa sama-sama menyimpulkan bahwa ada proses yang sangat masif sekali rekrutmen yang dilakukan melalui media daring,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending