Berita
Asik! KAI Kini Sediakan Layanan e-Porter, Sudah Tersedia di 14 Stasiun
PT KAI Wisata baru-baru ini meluncurkan layanan e-Porter, yang bertujuan memudahkan penumpang kereta dalam mengangkut barang di stasiun.
MPN Indonesia 26 Oktober 2024 - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) baru-baru ini meluncurkan layanan digital bernama e-Porter, yang bertujuan memudahkan penumpang kereta api Indonesia dalam mengangkut barang di stasiun.
“Aplikasi e-Porter hadir untuk penumpang kereta api untuk memudahkan dan bikin enteng tanpa repot membawa barang dari dan menuju kereta,” ujar Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmi, Rabu (23/10).
Inisiatif ini merupakan bagian dari inovasi teknologi digital KAI Wisata untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan penumpang.
Tersedia di 14 Stasiun
Saat ini, sebanyak 1.376 porter telah bergabung dalam layanan e-Porter di 14 stasiun.
Daftar stasiun yang terlayani meliputi Stasiun Gambir, Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Yogyakarta Tugu, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Madiun, Stasiun Malang, Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Jatinegara dan Stasiun Bekasi.
Sudah Ada Tarifnya
Pengguna dikenakan biaya sebesar Rp38 ribu per penggunaan, dengan harga flat yang berlaku di semua stasiun yang terintegrasi dalam aplikasi. Sebelumnya, pada fase uji coba, tarif yang dikenakan adalah Rp35 ribu.
Bakal Kolaborasi dengan Access by KAI
KAI Wisata juga tengah berupaya mengintegrasikan layanan e-Porter dengan aplikasi Access by KAI, aplikasi resmi PT KAI (Persero).
Kolaborasi ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2024, sehingga penumpang dapat mengakses berbagai layanan kereta api, termasuk pemesanan jasa porter, melalui satu aplikasi.
“Kami berharap pada akhir 2024 kolaborasi ini sudah berjalan dengan baik, sehingga penumpang dapat memesan porter hanya dengan satu aplikasi, yaitu e-Porter atau Access by KAI,” ujar Hendy.
Dipicu karena Kurang Optimalnya Penggunaan Jasa Porter
Layanan porter di stasiun kereta api di Indonesia sebelumnya kurang optimal dimanfaatkan, terutama karena kekhawatiran terkait keamanan dan ketidakjelasan biaya.
Dengan adanya e-Porter, KAI Wisata berharap dapat memberikan harga yang lebih standar dan transparan.
Hendy menjelaskan bahwa aplikasi e-Porter memungkinkan penumpang menilai kelayakan biaya berdasarkan jumlah barang yang dibawa.
“Dengan sistem ini, harganya lebih standar. Dengan adanya e-porter, penumpang bisa menilai worth it nggak barang segitu bayar segitu. Buat di sisi kita, bisa menjaga kenyamanan penumpang karena petugas porter tidak akan berebutan mencari pelanggan,” ujarnya di sela The Extended Weekly Brief with Sandi Uno di Jakarta, Senin (1/4).
Sudah Diuji Coba
Layanan e-porter ini telah melalui fase uji coba di 15 stasiun, termasuk Stasiun Gambir, Stasiun Bandung, dan Stasiun Malang, dengan tarif sebesar Rp15 ribu per barang.
Kereta api Indonesia memberlakukan batas maksimal berat barang bawaan sebesar 20 kilogram.
Hendy menyatakan bahwa respons penumpang selama uji coba sangat positif, dan proses pemesanan serta pengambilan barang menjadi lebih efisien melalui aplikasi.
Fasilitas Tambahan Luxury Lounge
Selain layanan e-Porter, KAI Wisata juga menghadirkan fasilitas lain berupa Luxury Lounge di delapan stasiun besar di Indonesia.
Ialah Stasiun Jakarta Gambir, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang. Fasilitas ini terbuka untuk umum dengan biaya Rp65 ribu per orang.
Di Luxury Lounge, penumpang dapat menikmati fasilitas seperti musala, toilet, serta beragam pilihan makanan dan minuman.
KAI Wisata juga bekerja sama dengan beberapa merek terkenal seperti Dilmah Tea dan Toza Juice untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kehadiran Luxury Lounge merupakan kebanggaan untuk KAI Wisata sebagai pengelola dalam meningkatkan pelayanan dan menegaskan komitmen untuk menghadirkan service excellence yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujar Hendy.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
