Connect with us

Berita

BBM Langka di Jember, DPR Desak Pertamina Ambil Langkah Cepat

Anggota Komisi VI DPR RI, Sarmuji mendesak Pertamina bertindak cepat atasi kelangkaan BBM di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Logompn

Published

on

Bbm langka di jember, dpr desak pertamina ambil langkah cepat
BBM Langka di Jember, DPR Desak Pertamina Ambil Langkah Cepat | Gambar: X/@Alfianwisnu087

Jawa Timur, MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Sarmuji mendesak Pertamina bertindak cepat atasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Sarmuji menyatakan bahwa meskipun respons awal Pertamina sudah terlihat, aksinya di lapangan perlu dipercepat.

“Saya yakin Pertamina sudah turun ke lapangan, tinggal aksinya harus lebih cepat,” ujar Sarmuji, Selasa (29/7).

Menurut Sarmuji, permasalahan distribusi BBM di Jember muncul akibat ketergantungan pasokan pada jalur dari Banyuwangi.

Oleh sebab itu, adanya penutupan akses utama via Gumitir karena perbaikan jalan membuat arus distribusi terganggu.

“Kalau jalur dari Banyuwangi terhambat, harusnya bisa segera dikompensasi dengan pengiriman dari Surabaya dan sekitarnya,” ucapnya.

Harga BBM Eceran Naik

Kelangkaan BBM ini diketahui mengakibatkan lonjakan harga di lapangan. Harga eceran BBM di beberapa lokasi disebutkan mencapai Rp17.000 hingga Rp22.000 per liter.

Menurut Sarmuji, hal ini memberatkan masyarakat, terutama kelompok kecil dan pelaku usaha yang menggantungkan pendapatan dari transportasi harian.

Ia juga menyoroti potensi penimbunan BBM dan meminta pemerintah daerah aktif dalam pengawasan.

“Sekarang di sejumlah tempat, harga eceran BBM bisa tembus Rp 17.000 sampai Rp 22.000 per liter. Ini jelas memberatkan, apalagi bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha yang mengandalkan transportasi harian,” jelas Sarmuji.

Berlakukan WFH

Merespons situasi krisis ini, Pemerintah Kabupaten Jember mengambil sejumlah langkah mitigasi untuk menekan konsumsi BBM dan mengurangi mobilitas masyarakat.

Mulai Selasa (29/7), pelajar di Jember diizinkan untuk mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah.

Baca Juga:  Sadis! Ibu di Jember Mutilasi Bayinya yang Baru Lahir, Jasad Dibuang ke Septic Tank

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam konferensi pers di kantor DPRD Jember pada Senin malam (28/7).

Kebijakan ini tercantum dalam Surat Edaran (SE) yang diterbitkan pada 28 Juli 2025.

Selain pelajar, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember juga diperbolehkan untuk bekerja dari rumah (WFH).

Warga Rela Antre Panjang

Berdasarkan pantauan MPN Indonesia melalui berbagai unggahan di media sosial, terlihat antrean panjang di berbagai SPBU di Jember.

Bahkan, mobil ambulans milik Dinas Kesehatan Kabupaten Jember terlihat ikut mengantre di SPBU yang kehabisan stok BBM.

Kendati harus menunggu lama, masyarakat tetap memilih mengantre demi bisa mendapatkan BBM untuk kendaraannya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending