Berita
Beli Token Listrik 100 Ribu Habis Berapa Lama?
Banyak pelanggan yang mengeluhkan pulsa listrik mereka terasa lebih cepat habis. Lantas, sebenarnya uang Rp100 ribu bisa membuat listrik menyala berapa lama? Berikut ulasannya.
MPN Indonesia 13 Juli 2026 - Membeli token listrik dengan nominal Rp100 ribu menjadi pilihan praktis bagi sebagian besar masyarakat.
Namun, banyak pelanggan yang mengeluhkan pulsa listrik mereka terasa lebih cepat habis. Lantas, sebenarnya uang Rp100 ribu bisa membuat listrik menyala berapa lama?
Durasi ini rupanya sangat bergantung pada golongan daya rumah tangga dan pola konsumsi harian Anda.
Cara Hitung Penggunaan Listrik
Penggunaan listrik dihitung menggunakan rumus:
kWh = (Watt x Jam) / 1.000
Watt merupakan daya perangkat elektronik, sedangkan jam adalah lama penggunaan. Dengan rumus ini, konsumsi listrik setiap alat dapat dihitung secara rinci.
Contoh perhitungan:
Lampu 40 Watt digunakan selama 3 jam, maka:
(40 x 3) / 1.000 = 0,12 kWh
Apabila rumah tersebut menggunakan tarif listrik Rp1.352 per kWh (900 VA), biaya menyalakan lampu tersebut selama tiga jam adalah:
0,12 kWh × Rp1.352 = Rp162,24
Perhitungan Token Listrik Rp100 Ribu
Untuk mengetahui jumlah kWh dari token listrik, digunakan rumus:
Jumlah kWh = (Nilai Token – PPJ) ÷ Tarif Listrik per kWh
Perlu diketahui, besaran PPJ berbeda di setiap wilayah. Sementara itu, tarif listrik rumah tangga dibedakan menurut golongan daya. Untuk Juli 2026, tarif listrik yang berlaku yaitu:
- Daya 900 VA (R-1/TR): Rp1.352 per kWh
- Daya 1.300 VA–2.200 VA (R-1/TR): Rp1.444,70 per kWh
- Daya 3.500 VA-5.500 VA (R-2/TR): Rp1.699,53 per kWh
- Daya 6.600 VA ke atas (R-3/TR): Rp1.699,53 per kWh
Berikut perkiraan jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik Rp100.000 untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan asumsi PPJ 3 persen:
(Rp100.000 – Rp3.000) ÷ Rp1.444,70 = 67,14 kWh
Dengan demikian, pembelian token listrik Rp100.000 untuk golongan tersebut menghasilkan sekitar 67,14 kWh.
Cara Menghitung Lama Token Listrik Rp100 Ribu Habis
Untuk mengetahui berapa lama token listrik bertahan, diperlukan data konsumsi listrik harian. Langkah perhitungannya adalah:
- Mengetahui total penggunaan kWh dari tagihan bulan sebelumnya
- Membagi total kWh dengan jumlah hari dalam satu bulan
Contoh perhitungan dengan asumsi total penggunaan 200 kWh dalam 30 hari, maka perhitungannya:
200 / 30 = 6,67 kWh per hari
Setelah itu, lama penggunaan token listrik dihitung dengan rumus:
Lama token habis = kWh token / konsumsi harian
Contoh perhitungan dalam kasus ini, kWh token adalah 67,14 kWh (asumsi daya 1.300 VA), maka:
- 67,14 kWh / 6,67 = 10 hari
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
