Connect with us

Berita

BEM USM Desak Penyelesaian Proyek PAM Jaya, Dukung Optimalisasi Pansus Utilitas

BEM Universitas Saintek Muhammadiyah desak PAM Jaya percepat proyek layanan air perpipaan di Jakarta Timur.

Logompn

Published

on

Bem usm desak penyelesaian proyek pam jaya, dukung optimalisasi pansus utilitas
BEM USM mendesak percepatan penyelesaian proyek PAM Jaya di Jakarta Timur yang dinilai merugikan warga. Gambar : Dok. BEM USM

MPN Indonesia 30 April 2025 - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah (BEM USM) menuntut percepatan penyelesaian proyek peningkatan layanan air perpipaan oleh PAM Jaya yang tengah berlangsung di wilayah Jakarta Timur. 

Desakan ini muncul setelah proyek tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas hidup masyarakat. 

Selain itu, BEM USM juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta untuk memastikan Panitia Khusus (Pansus) Utilitas bekerja secara optimal guna menjaga kepentingan publik.

Dampak Proyek Terhadap Aktivitas Warga

Proyek yang dilaksanakan di Jalan Raya Bogor dan Jalan Haji Bokir Bin Dji’un dikritik karena memperparah kemacetan serta menimbulkan polusi debu yang mengganggu kesehatan warga sekitar. 

Presiden Mahasiswa BEM USM, Radityo Satrio, menyampaikan bahwa keterlambatan penyelesaian proyek telah mempersulit mobilitas warga Jakarta Timur.

“Warga Jakarta harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan karena proyek yang tidak selesai tepat waktu. Selain itu, debu dan kerusakan jalan membahayakan keselamatan serta kesehatan mereka,” ujar Radityo Satrio kepada MPN Indonesia pada Rabu (30/4).

Selain kemacetan, jalanan yang rusak akibat proyek dan tingkat polusi udara yang meningkat turut memperburuk kondisi lingkungan di wilayah tersebut.

Kritik terhadap Transparansi dan Komitmen Pelayanan Publik

BEM USM juga menyoroti kurangnya keterbukaan informasi dari PAM Jaya maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait jadwal proyek dan mekanisme pengaduan.

Ketidakjelasan tersebut dianggap mencerminkan lemahnya komitmen dalam pelayanan publik.

“Tidak ada kepastian soal kapan proyek ini selesai, dan mekanisme pengaduan juga tidak jelas. Ini menunjukkan lemahnya komitmen terhadap pelayanan publik,” tambah Radityo Satrio.

Baca Juga:  BEM USM Desak PAM Jaya Rampungkan Proyek Perpipaan di Jaktim

Minimnya transparansi menjadi salah satu faktor yang memperburuk persepsi publik terhadap pengelolaan proyek infrastruktur ini.

Dorongan untuk Optimalisasi Kinerja Pansus Utilitas

Sebagai bagian dari solusi, BEM USM mendesak DPRD DKI Jakarta untuk memastikan Panitia Khusus Utilitas tidak hanya dibentuk secara administratif, tetapi benar-benar aktif menjalankan fungsi pengawasan dan pengawalan terhadap jalannya proyek.

Pansus dinilai perlu bekerja secara transparan dan akuntabel, serta memastikan bahwa pelaksanaan proyek tidak merugikan masyarakat di wilayah terdampak. 

Penguatan fungsi Pansus diharapkan dapat menjadi upaya konkret dalam mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Tiga Tuntutan BEM USM

Dalam pernyataan resminya, BEM Universitas Saintek Muhammadiyah mengajukan tiga tuntutan utama sebagai berikut:

  1. Penyelesaian segera proyek PAM Jaya dan perbaikan terhadap infrastruktur yang rusak akibat pengerjaan proyek.
  2. Publikasi jadwal proyek serta jalur yang terdampak secara terbuka dan jelas kepada masyarakat.
  3. Aktivasi dan penguatan peran Panitia Khusus Utilitas agar bekerja berpihak pada kepentingan warga.

BEM USM menyatakan komitmennya untuk terus mengawal jalannya proyek dan mengingatkan seluruh pihak yang bertanggung jawab agar mengedepankan kepentingan publik dalam pelaksanaannya.

(AKM/NID/RAD)

Trending