Connect with us

Berita

BEM USM Desak PAM Jaya Rampungkan Proyek Perpipaan di Jaktim

Proyek peningkatan layanan air perpipaan PAM Jaya di Jakarta Timur sejak 2024 hingga belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Adinda

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 11t152905.377
Proyek perpipaan PAM Jaya di Jakarta Timur | Gambar: Dok. BEM USM

MPN Indonesia 11 Juni 2025 - Proyek peningkatan layanan air perpipaan yang dilaksanakan oleh PAM Jaya di wilayah Jakarta Timur sejak September 2024 hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Keterlambatan ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya di kawasan Jalan Raya Bogor, Jalan Haji Bokir Bin Dji’un, dan Jalan Pondok Gede, yang terdampak langsung oleh pengerjaan proyek.

Menanggapi hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah (BEM USM) menyatakan keprihatinannya atas belum selesainya proyek tersebut.

Tuntuan BEM USM

Presiden Mahasiswa USM Radityo Satrio menyampaikan bahwa proyek yang tidak kunjung rampung ini dapat berdampak negatif terhadap kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat, serta mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penyelenggara layanan air bersih.

“Kami mendesak pihak PAM Jaya untuk segera menyelesaikan proyek ini secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan tenggat waktu yang telah direncanakan,” ungkap Radityo dalam pernyataan resminya.

Sehubungan dengan kondisi yang ada, BEM USM menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PAM Jaya sebagai berikut:

  1. Menyelesaikan proyek peningkatan layanan air secara tepat waktu dan bertanggung jawab.
  2. Melakukan perbaikan atas kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat pelaksanaan proyek.
  3. Menyampaikan informasi perkembangan proyek secara berkala dan terbuka kepada masyarakat.
  4. Menjamin keselamatan dan kenyamanan warga selama masa pengerjaan berlangsung.

BEM USM Pertimbangkan Aksi Damai

BEM USM menegaskan bahwa pelaksanaan proyek publik harus berlandaskan pada prinsip transparansi, efisiensi, dan tanggung jawab sosial.

Apabila tidak terdapat kemajuan yang nyata dalam waktu dekat, maka pihaknya mempertimbangkan untuk melakukan penyampaian aspirasi melalui aksi damai yang konstitusional.

“Kami senantiasa berdiri bersama masyarakat dan akan terus mengawal jalannya pembangunan agar tidak merugikan kepentingan publik,” tutup Radityo.

Baca Juga:  Kebakaran Lahap Lima Rumah di Pemukiman Padat Cililitan, Diduga Akibat Korsleting

Penulis: Artikel Karya BEM Universitas Saintek Muhammadiyah

Trending