Connect with us

Berita

BGN Tutup Dapur MBG Bermasalah Imbas Kasus Keracunan Massal

Sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis ditutup BGN karena melanggar SOP setelah muncul kasus keracunan massal.

Logompn

Published

on

Bgn tutup dapur mbg bermasalah imbas kasus keracunan massal
BGN Tutup Dapur MBG Bermasalah Imbas Kasus Keracunan Massal. Gambar: Instagram/@badangizinasional.ri

MPN Indonesia 26 September 2025 - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terindikasi bermasalah, setelah terjadinya kasus keracunan massal.

Penutupan dilakukan karena dapur tersebut melanggar standar operasional prosedur (SOP), yang berdampak langsung pada keselamatan penerima bantuan pemerintah melalui program makan bergizi gratis.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan penutupan dilakukan tanpa batas waktu hingga investigasi tuntas.

“Hari ini sudah kita keluarkan surat kepada semua dapur yang kemarin bermasalah dimulai karena yang paling banyak di bulan September, kita tutup dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Artinya sampai investigasi selesai,” ujar Nanik dalam konferensi pers di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/9).

Kasus Keracunan akibat MBG

Kasus keracunan akibat konsumsi makanan dari program makan bergizi gratis ini tercatat berbeda jumlahnya menurut tiga instansi pemerintah. Berdasarkan data:

  • Badan Gizi Nasional (BGN): 46 kasus, 5.080 penerima MBG mengalami keracunan
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes): 60 kasus, 5.207 penerima MBG keracunan
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM): 55 kasus, 5.320 penerima keracunan

Perketat Prosedur dan Pengawasan Dapur MBG

Menindaklanjuti insiden tersebut, BGN memperketat proses pengajuan dapur serta verifikasi pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Fokus pengetatan mencakup seluruh standar operasional dapur berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.

Nanik menyampaikan bahwa tim khusus akan dibentuk untuk melakukan pengawasan dan penindakan cepat.

“Kita akan bentuk tim itu, bila kita temukan, langsung kita tutup. Kita akan tegas dalam hal itu. Kita tidak main-main lagi, karena semua kalau mengikuti juknis dapur ini, sangat higienis dan ga mungkin terjadi hal-hal yang seperti tidak kita inginkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Budiman Sudjatmiko Usulkan Bansos Hanya untuk Lansia, Difabel, dan ODGJ

(AKM/NID/RAD)

Trending