Berita
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Jakarta Belakangan ini
BMKG ungkap hujan lebat di Jakarta dipicu pancaroba, awan Cb, dan pengaruh MJO. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lokal dan ekstrem.
MPN Indonesia 22 Mei 2025 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa hujan lebat yang terjadi di Jakarta dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak dari cuaca khas masa pancaroba, atau peralihan musim dari hujan ke kemarau.
Penjelasan ini disampaikan oleh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdani, dalam wawancara eksklusif bersama MPN Indonesia, Kamis (22/5).
Udara Panas Picu Pembentukan Awan Hujan Ekstrem
Menurut Andri, pancaroba ditandai oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil akibat pemanasan permukaan yang kuat sejak pagi hingga siang.
Kondisi ini memicu pembentukan awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
“Pemanasan permukaan yang kuat dapat memicu pembentukan awan-awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb),” ujar Andri.
Pengaruh MJO dan Gangguan Atmosfer Global
Selain faktor lokal, BMKG juga mencatat adanya pengaruh dari fenomena atmosfer global yang memperparah kondisi cuaca di Jabodetabek.
Beberapa di antaranya adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, serta gangguan tropis di barat daya Bengkulu.
“Ketiganya memperkuat proses konvektif dan menambah potensi hujan intens di Jabodetabek,” jelas Andri.
Kombinasi dari ketiga faktor ini membuat wilayah Jakarta dan sekitarnya lebih rentan mengalami hujan lebat dalam waktu singkat.
Cuaca Tak Stabil Khas Pancaroba
Saat ini wilayah Jabodetabek memang sedang berada dalam masa pancaroba, dengan pola cuaca yang berubah-ubah.
Hujan berpotensi terjadi dari siang hingga malam hari, dan bersifat lokal serta berdurasi singkat.
BMKG menyebut kondisi ini merupakan pola musiman yang umum terjadi setiap tahun.
Namun, ketika dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, potensi hujan bisa menjadi lebih intens dan luas cakupannya.
Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi
BMKG memperkirakan bahwa cuaca ekstrem di Jakarta masih bisa terjadi dalam sepekan ke depan.
Meski begitu, intensitas hujan diprediksi akan mulai berkurang menjelang akhir Mei hingga awal Juni 2025.
Untuk tiga hari ke depan, belum terpantau adanya potensi hujan ekstrem.
Namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap hujan sedang hingga lebat, terutama di wilayah Jakarta Selatan dan Timur.
“Info lengkap dan prakiraan harian per wilayah bisa dilihat di situs resmi atau melalui aplikasi,” tutup Andri Ramdani.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
