Connect with us

Berita

BPS Ungkap Pertanian jadi Sektor Paling Banyak Serap Tenaga Kerja

Sektor pertanian serap tenaga kerja terbanyak di Indonesia per Februari 2025, capai 40,67 juta orang. Pengangguran turun ke level terendah sejak 1998.

Logompn

Published

on

Bps ungkap pertanian jadi sektor paling banyak serap tenaga kerja
BPS Ungkap Pertanian jadi Sektor Paling Banyak Serap Tenaga Kerja. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 27 Mei 2025 - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bahwa sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia per (Februari 2025).

Berdasarkan data yang dikutip MPN Indonesia dari Instagram resmi @kementerianpertanian, sektor ini mencakup 28,54% dari total angkatan kerja nasional, atau setara dengan 40,67 juta orang.

Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan sektor pertanian dalam struktur ketenagakerjaan nasional saat ini.

Dalam setahun terakhir, sektor pertanian menambah 890 ribu lapangan kerja baru.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh perbaikan harga komoditas dan perluasan lahan perkebunan di luar Pulau Jawa.

Tiga subsektor utama penyumbang peningkatan serapan tenaga kerja adalah perkebunan kelapa sawit (397 ribu pekerja), tanaman bahan minuman seperti teh dan kopi (357 ribu), serta perkebunan karet dan getah (225 ribu).

“Tambahan penyerapan angkatan kerja yang bekerja lebih besar daripada tambahan angkatan kerja yang menganggur,” ungkap Amalia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/5).

Dari penambahan 3,67 juta angkatan kerja selama setahun terakhir, sebanyak 3,59 juta orang atau 97,73% berhasil masuk ke dunia kerja.

Penyerapan Tenaga Kerja Nasional Meluas ke Berbagai Sektor

Selain pertanian, sektor lain juga mengalami pertumbuhan tenaga kerja yang signifikan.

Di sektor industri pengolahan, industri alas kaki menyerap tambahan 200 ribu pekerja.

Sektor-sektor lain yang juga mengalami pertumbuhan tenaga kerja mencakup industri alat angkutan ringan (99,9 ribu pekerja), pengolahan buah dan sayur (98,9 ribu pekerja), serta barang dari plastik dan tembakau (masing-masing di atas 50 ribu pekerja).

Sektor perdagangan menunjukkan pertumbuhan yang kuat, terutama di ritel nonmodern.

Baca Juga:  Content Creator hingga Ahli Siber jadi Pekerjaan Resmi di Indonesia

Penambahan tenaga kerja signifikan terjadi pada perdagangan eceran makanan dan minuman di luar supermarket (668 ribu pekerja), perdagangan keliling makanan hasil industri pengolahan (193 ribu), serta pedagang kaki lima (PKL) sayur dan bahan makanan di pasar tradisional (136 ribu).

Layanan jasa juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan lapangan kerja, di antaranya sektor pendidikan (89 ribu), kesehatan dan kegiatan sosial (60 ribu), serta transportasi dan pergudangan (98 ribu).

Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ketenagakerjaan terjadi secara menyeluruh di berbagai lini ekonomi.

Pengangguran Terendah Sejak Krisis 1998

Per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun ke angka 4,76 persen, menjadi yang terendah sejak 1998.

Amalia menyebut bahwa capaian ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan pemerintah.

“Kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli, mendorong investasi, serta memperkuat sektor UMKM dan pertanian menjadi faktor utama di balik tren positif ini,” ujarnya.

BPS menegaskan bahwa pemulihan pasar kerja terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor tertentu.

Pertanian tetap menjadi fondasi utama terutama di wilayah pedesaan, seiring penguatan struktur ketenagakerjaan nasional.

(AKM/NID/RAD)

Trending