Connect with us

Berita

Per Oktober 2025, BPS Ungkap Indonesia Masih Impor 40,7 Ribu Ton Beras Senilai Rp318 Miliar!

BPS mencatat impor beras Indonesia pada Oktober 2025 sebesar 40,7 ribu ton dengan nilai 19,1 juta dolar AS. Sepanjang Januari-Oktober 2025, total impor mencapai 364,3 ribu ton.

Logompn

Published

on

Per oktober 2025, bps ungkap indonesia masih impor 40,7 ribu ton beras senilai rp318 miliar!
Ilustrasi Beras. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Desember 2025 - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih melakukan impor beras sebesar 40,7 ribu ton pada Oktober 2025.

Nilai impor tersebut mencapai 19,1 juta dolar Amerika Serikat (AS), setara dengan Rp318 miliar berdasarkan asumsi kurs Rp16.671 per dolar AS.

Data ini disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (1/12).

“Pada Oktober 2025, impor beras sebesar 40,7 ribu ton, dengan nilai US$19,1 juta (Rp318 miliar),” ujar Pudji dalam konferensi pers tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube BPS Statistics pada Selasa (2/12).

Rincian Impor Beras dan Negara Asal

Impor tersebut mencakup beras pecah sebanyak 37.160 ton, beras basmati sebanyak 1.360 ton, serta beras japonica yang nilainya tidak dijelaskan secara rinci

Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, total impor beras Indonesia mencapai 364,3 ribu ton dengan nilai 178,5 juta dolar AS atau sekitar Rp2,9 triliun.

“Sepanjang Januari 2025-Oktober 2025, impor beras sebesar 364,3 ribu ton dengan nilai US$178,5 juta (Rp2,9 triliun). Dan negara asal utama impor beras ini adalah, Januari 2025-Oktober 2025, dari Myanmar, Thailand, dan India,” sambung Pudji.

BPS Tegaskan Tidak Berwenang Menentukan Kecukupan Stok

Pudji menegaskan bahwa BPS tidak memiliki kewenangan menentukan apakah stok beras nasional mencukupi atau tidak.

Penetapan mengenai surplus atau defisit stok beras merupakan kewenangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui neraca pangan.

Baca Juga:  Pemerintah Kaji Tambahan Gaji Rp 2 Juta Bagi Guru, Berikut Syaratnya

“(Konsumsi) dibahas atau ditetapkan dalam Neraca Komoditas Rakor Kemenko Pangan. Jadi, ini bukan kewenangan BPS (menentukan apakah stok beras cukup atau tidak),” tegas Pudji.

Beras Alami Deflasi pada November 2025

Selain data impor, Pudji melaporkan komoditas beras mengalami deflasi sebesar 0,59 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada November 2025, yang memberi andil penurunan inflasi nasional sebesar 0,02 persen.

Deflasi beras terjadi di 28 provinsi, sementara delapan provinsi mencatat inflasi dan dua provinsi lainnya stabil.

“Terjadinya deflasi komoditas beras ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya karena meningkatnya ketersediaan beras karena musim panen di beberapa wilayah; kemudian juga karena terjadi penyesuaian harga beras pada beberapa kualitas; ini juga diduga karena sebagai imbas dari adanya penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar saat ini,” beber Pudji.

Ia menambahkan bahwa deflasi pada November merupakan yang terdalam sejak Juni 2024.

“Secara historis dalam beberapa tahun terakhir, komoditas beras memang mengalami deflasi pada November dan cenderung akan inflasi di Desember. Meskipun, kita akan menunggu perkembangan pada rilis di awal tahun depan,” tandasnya.

Penjelasan Kementerian Pertanian: Tidak Ada Impor Beras Medium

Dalam pernyataan terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono, menegaskan tidak ada impor beras medium sepanjang 2025.

Ia menjelaskan bahwa beras impor yang masuk merupakan beras khusus dan beras industri sesuai neraca komoditas.

“Yang perlu dipahami publik tidak ada satu pun impor beras medium. Yang masuk hanya beras kebutuhan khusus, beras premium tertentu, dan beras industri. Tidak menyentuh konsumsi masyarakat umum,” pungkas Arief.

Arief menerangkan bahwa beras impor tersebut mencakup beras pecah 100 persen atau menir (HS 1006.40.90) untuk bahan baku industri, beras kebutuhan khusus termasuk untuk penderita diabetes, serta beras khusus untuk restoran asing dan hotel.

Baca Juga:  Airlangga Ungkap Hasil Negosiasi Dagang RI-AS: Trump Minta Akses Mineral Kritis

Ia memastikan keberadaan beras impor ini tidak mengganggu harga beras medium maupun harga gabah di tingkat petani.

Proyeksi Produksi Beras Nasional 2025

Mengacu pada Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi beras Indonesia pada Januari hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,42 juta ton, meningkat 13,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Hingga akhir tahun atau Desember 2025, produksi nasional diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, naik 13,60 persen dibandingkan prognosa Januari-Desember tahun sebelumnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending