Berita
Catat! Kemenkes Tak Rekomendasikan Pemberian Susu Formula untuk Anak-anak Korban Bencana di Sumatra
Kemenkes Republik Indonesia meminta agar anak-anak korban bencana alam di wilayah Sumatra tak diberikan susu formula.
MPN Indonesia 8 Desember 2025 - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia meminta agar anak-anak korban bencana alam di wilayah Sumatra tak diberikan susu formula (sufor).
Kebijakan ini berlaku menyusul kejadian bencana seperti banjir bandang yang melanda beberapa wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Kami memang tidak merekomendasikan, ya, adanya pemberian susu formula di situasi bencana ini,” ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jumat (5/12).
Ia juga mengungkap bahwa Aceh telah mengeluarkan kebijakan serupa yang melarang pemberian sufor kepada anak-anak korban bencana.
“Di Aceh sendiri sebenarnya sudah ada surat edaran dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh ke semua kabupaten kota untuk tidak memberikan susu formula,” katanya.
Lebih lanjut, Lovely mengatakan bahwa pemberian susu formula harus melalui pantauan dari Dinas Kesehatan setempat jika benar-benar dibutuhkan.
“Dan kalaupun diberikan, kalaupun butuh untuk penanganan kegawatdaruratan, itu harus melewati Dinas Kesehatan Kabupaten Kota,” imbuhnya.
Kemenkes Turunkan Ahli Gizi ke Posko
Sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam penanganan gizi anak, Kemenkes menyebut telah menerjunkan Tim Ahli Gizi dan Konselor Laktasi ke sejumlah posko pengungsian di Sumatra.
Mereka ditugaskan untuk memantau kebutuhan nutrisi balita serta memastikan makanan yang tersedia sesuai standar gizi anak.
“Nah kemudian kita juga menurunkan dari puskesmas, itu ada ahli gizi untuk melihat dapur-dapur umum. Jadi dapur-dapur umum itu kan biasanya menyediakan makanan untuk dewasa. Dan ini kita juga sarankan juga ada pemberian makan untuk balita,” kata Lovely.
Distribusi makanan tambahan juga telah dilakukan oleh Kemenkes ke tiga provinsi terdampak, mencakup makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil.
Hal ini ditujukan untuk mengisi kesenjangan nutrisi di masa darurat dan mendukung kelancaran pemberian ASI oleh para ibu.
“Kami juga sudah mendistribusikan makanan tambahan untuk balita dan juga untuk ibu hamil ke tiga provinsi ini. Jadi masing-masing itu sudah kita distribusikan sejak 28 November 2025 sebagian melalui udara dan sebagian melalui darat,” tambah Lovely.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
