Berita
Cuaca Panas Mulai Reda, BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Akhir Oktober
Simak potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah pada akhir Oktober 2025.
MPN Indonesia 25 Oktober 2025 - Cuaca panas di sejumlah wilayah Indonesia mulai menunjukkan penurunan intensitas pada pekan ketiga Oktober.
BMKG mencatat suhu maksimum beberapa hari terakhir lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya, dengan suhu tertinggi terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (37,0°C), Majalengka, Jawa Barat (36,4°C), dan Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (36,2°C).
Seiring meredanya suhu tinggi, BMKG memperkirakan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia menjelang akhir Oktober.
“Memasuki pekan akhir Oktober, BMKG memprediksi sejumlah wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan, terutama di bagian selatan ekuator seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan dan Sulawesi bagian selatan,” bunyi keterangan tersebut dikutip MPN Indonesia dari laman resmi BMKG pada Sabtu (25/10).
Hujan Lebat di Beberapa Wilayah
Beberapa hari terakhir, BMKG mencatat hujan lebat yang terjadi di sejumlah wilayah dengan curah hujan mencapai ≥100 mm/hari.
Beberapa lokasi yang tercatat, meliputi Jakarta Selatan, DK Jakarta (141,4 mm/hari), Palangka Raya, Kalimantan Tengah (122,6 mm/hari), Balikpapan, Kalimantan Timur (116,9 mm/hari), dan Manggarai, Nusa Tenggara Timur (100 mm/hari).
BMKG juga memprediksi wilayah yang akan memasuki awal musim hujan berada di bagian selatan ekuator seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan dan Sulawesi bagian selatan.
Dinamika Atmosfer Dorong Peningkatan Curah Hujan
Menurut BMKG, peningkatan hujan disebabkan oleh kombinasi faktor atmosfer global, regional, dan lokal.
Pada skala global, indikator Dipole Mode Index (DMI) menunjukkan nilai negatif −1.27, menandakan peningkatan suplai uap air dari Samudra Hindia ke wilayah barat Indonesia.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau di sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, yang meningkatkan konvektivitas awan hujan di wilayah tersebut.
Adapun gelombang atmosfer aktif seperti Rossby Ekuator diprediksi aktif di Samudra Hindia barat daya Banten hingga selatan NTB serta Samudra Pasifik timur laut Papua.
Sementara itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Laut Andaman, Laut Natuna Utara, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Kalimantan, dan Laut Maluku turut memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan.
Daerah konvergensi angin juga terbentuk di sejumlah wilayah, seperti Teluk Thailand, Laut Natuna hingga Laut Sulu, Selat Malaka, Kalimantan Timur hingga Laut Sulawesi, Maluku hingga Maluku Utara, Papua hingga Papua Barat Daya, Jawa Timur hingga perairan utara Jawa Tengah, Laut Jawa hingga Kalimantan Timur, serta Laut Sulawesi
Kondisi ini memperkuat kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Wilayah dengan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat
Periode 24–26 Oktober 2025:
Wilayah yang diprediksi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat meliputi:
- Sumatra: Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung
- Jawa: Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
- Bali dan Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan
- Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan
- Maluku dan Maluku Utara
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Selatan
Periode 27–30 Oktober 2025:
Pola hujan masih berlanjut dengan potensi serupa di wilayah:
- Sumatra: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung
- Jawa: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
- Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan
- Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan
- Maluku dan Maluku Utara
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan
Menanggapi potensi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, angin kencang, dan potensi bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan, dan longsor yang berdampak pada aktivitas harian maupun transportasi,” tulis BMKG dalam sumber yang sama.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
