Ekonomi
Anggaran Pendidikan 2026 Capai Rp757 Triliun, 44% Dialokasikan untuk MBG
Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun dalam RAPBN tahun 2026, 44% digunakan untuk program MBG.
MPN Indonesia 19 Agustus 2025 - Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026.
Alokasi ini diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Jumat (15/8).
“Untuk anggaran pendidikan Rp757 triliun. Yang tadi disampaikan Bapak Presiden kalau kita bagi menjadi tiga di dalam ekosistem yaitu yang diterima oleh murid dan mahasiswa itu Rp401 triliun,” papar Sri Mulyani dalam konferensi pers tersebut.
Anggaran pendidikan 2026 ini ditujukan untuk berbagai sektor, meliputi pembiayaan sekolah, bantuan bagi siswa dan mahasiswa, serta insentif bagi tenaga pendidik.
Adapun salah satu porsi terbesar anggaran pendidikan dialokasikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yaitu sebesar Rp335 triliun atau sekitar 44% dari total anggaran pendidikan.
Rincian Alokasi Anggaran Pendidikan 2026
Berdasarkan data yang disampaikan dalam konferensi pers, berikut adalah rincian alokasi anggaran pendidikan dalam RAPBN 2026:
Sekolah dan Kampus Rp150,1 Triliun
- Sekolah Rakyat Rp24,9 triliun
- Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp64,3 triliun
- BOP PAUD Rp5,1 triliun
- Renov Madrasah & Sekolah Rp22,5 triliun
- BOPTN Rp9,4 triliun
- Sekolah Unggulan Rp3 triliun
Siswa dan Mahasiswa Rp 401,5 Triliun
- Bidikmisi/KIP Kuliah Rp17,2 triliun
- Beasiswa (LPDP) Rp25 triliun
- Program Indonesia Pintar (PIP) Rp15,6 triliun
- Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp335 triliun
Guru/Dosen/Tenaga Kependidikan Rp178,7 Triliun
- TPG Non PNS Rp19,2 triliun
- TPG ASND Rp68,7 triliun
- TPD Non PNS Rp3,2 triliun
- TPG PNS, TPD PNS, dan Gaji Pendidik Rp82,9 triliun
Tambahan Anggaran untuk Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga menyebutkan adanya peningkatan anggaran sebesar Rp3 triliun untuk sekolah pada tahun 2026. Anggaran ini akan digunakan untuk mendanai Sekolah Rakyat.
“Yang ketiga adalah sarana prasarana sekolah dan kampus Rp50 triliun. itu dari mulai rehabilitasi sekolah. Dalam hal ini sekolah rakyat ada anggarannya tahun depan akan mencapai Rp24,9 triliun,” jelasnya.
Penambahan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dasar dan menengah, khususnya melalui lembaga pendidikan alternatif seperti Sekolah Rakyat.
Selaras dengan hal tersebut, sebelumnya Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan anggaran pendidikan merupakan langkah strategis pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan.
Ia mengatakan bahwa anggaran pendidikan sebesar 20% dari total anggaran negara, yaitu Rp757,8 triliun, merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia.
“Untuk memberantas kemiskinan, pemerintah berkomitmen anggaran pendidikan 20%, yaitu sekitar Rp757,8 triliun untuk tahun 2026. Terbesar sepanjang sejarah NKRI,” ujar Prabowo.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
