Ekonomi
BPS Ungkap 52,66% Orang Miskin Indonesia Ada di Pulau Jawa
BPS mencatat bahwa Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Indonesia per Maret 2025.
MPN Indonesia 26 Juli 2025 - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Indonesia per Maret 2025.
Tercatat sebanyak 12,56 juta orang miskin tinggal di wilayah ini, menyumbang 52,66% dari total penduduk miskin nasional.
“Sebanyak 12,56 juta penduduk miskin berada di Pulau Jawa atau kontribusinya 52,66% terhadap total jumlah penduduk miskin nasional,” kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers pada Jumat (25/7).
Angka Kemiskinan di Kalimantan Paling Rendah
Sementara itu, pulau dengan jumlah penduduk miskin terendah tercatat di Kalimantan, yaitu sebanyak 890.000 orang.
Di sisi lain, Sumatra menempati posisi kedua setelah Jawa dengan jumlah penduduk miskin mencapai 5,14 juta jiwa atau 21,56% dari total nasional.
Sementara di Sulawesi total penduduk miskin adalah 1,85 juta atau 7,75% dari total penduduk miskin nasional.
Tren Penurunan Kemiskinan Regional
BPS melaporkan bahwa meskipun Jawa merupakan pusat konsentrasi kemiskinan nasional, tingkat kemiskinan di wilayah ini justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,06%, dari 8,05% pada September 2024 menjadi 7,99% pada Maret 2025.
Penurunan kemiskinan terbesar tercatat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 0,22%, dari 12,15% pada September 2024 menjadi 11,93% pada Maret 2025.
Wilayah Sumatra juga mengalami penurunan sebesar 0,20% menjadi 8,22%, sedangkan Sulawesi menurun sebesar 0,16% menjadi 8,96%.
Satu-satunya wilayah yang mengalami kenaikan tingkat kemiskinan adalah Maluku dan Papua.
Angka kemiskinan di kawasan ini meningkat sebesar 0,28%, dari 18,62% menjadi 18,90%, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 1,49 juta jiwa.
Garis Kemiskinan
BPS mencatat garis kemiskinan nasional pada Maret 2025 berada di angka Rp609.160 per kapita per bulan.
Nilai ini naik 2,34% dibandingkan garis kemiskinan pada September 2024 yang sebesar Rp595.242 per kapita per bulan.
Ateng Hartono menjelaskan bahwa pengumpulan data kemiskinan berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dilakukan pada Februari 2025, dengan acuan Maret 2025.
Ia menyebutkan bahwa bulan Ramadan berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga yang berdampak pada hasil survei.
“Hal ini disebabkan pada Maret 2025 bertepatan dengan bulan Ramadan, yang tentunya pada bulan Ramadan akan memengaruhi pola konsumsi rumah tangga,” ujar Ateng.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
