Ekonomi
Harga Minyak Dunia Hari Ini 10 Juni 2026 Meroket Naik usai AS Serang Iran
Harga minyak dunia naik hampir 1% pada perdagangan Rabu (10/6) setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran.
MPN Indonesia 10 Juni 2026 - Harga minyak dunia naik hampir 1% pada perdagangan Rabu (10/6) setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 83 sen atau 0,9% menjadi US$92,29 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 68 sen atau 0,8% ke level US$88,97 per barel.
Pergerakan harga minyak ini terjadi ketika pasar mencermati ketegangan di Timur Tengah, terutama dampaknya terhadap pasokan energi, jalur pelayaran Selat Hormuz, serta kondisi ekonomi global.
Serangan AS ke Iran jadi Pemicu Kenaikan
Kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah militer AS menyerang sejumlah target di Iran.
Serangan itu dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan merespons insiden jatuhnya helikopter serang Apache milik AS yang ditembak jatuh di kawasan Selat Hormuz.
Perkembangan tersebut membuat pasar kembali memperhatikan risiko pasokan minyak dunia dan dampaknya terhadap ekonomi global.
Kondisi ini mengancam keberlangsungan gencatan senjata yang disebut masih rapuh antara kedua negara.
Sebelumnya, harga minyak sempat turun ke level terendah dalam tujuh pekan pada Selasa (9/6).
Penurunan tersebut terjadi setelah Iran dan Israel menghentikan serangan langsung satu sama lain menyusul seruan Trump agar kedua pihak menahan diri.
Namun, situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Iran menyatakan akan kembali melakukan serangan apabila Israel terus menggempur kelompok Hizbullah di Lebanon.
Selat Hormuz Masih jadi Perhatian Pasar
Iran masih membatasi sebagian besar lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi rute strategis untuk sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair atau LNG dunia.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal dan ekspor minyak melalui Selat Hormuz mulai meningkat.
Meski demikian, upaya mencapai kesepakatan damai antara AS dan Iran masih menghadapi hambatan.
Stok Minyak Mentah AS Turun Delapan Pekan Berturut-turut
Selain faktor geopolitik, pasar juga mendapat dorongan dari data persediaan minyak AS.
Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah AS turun selama delapan pekan berturut-turut hingga pekan yang berakhir pada 5 Juni 2026.
Persediaan minyak mentah AS disebut turun sebesar 9,12 juta barel. Sementara itu, stok bensin juga berkurang sekitar 1,19 juta barel.
Penurunan persediaan tersebut berpotensi membatasi kemampuan ekspor AS.
Selama konflik berlangsung, AS menjadi salah satu pemasok tambahan produk energi ke pasar Asia dan Eropa.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
