Ekonomi
Harga Minyak Dunia Hari Ini 22 Mei 2026 Turun, Terendah dalam Dua Pekan Terakhir
Harga minyak dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (21/5) waktu setempat atau Jumat (22/5) pagi WIB.
MPN Indonesia 22 Mei 2026 - Harga minyak dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis (21/5) waktu setempat atau Jumat (22/5) pagi WIB.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, harga minyak Brent ditutup turun US$ 2,44 atau 2,3% ke level US$ 102,58 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$ 1,90 atau 1,9% menjadi US$ 96,35 per barel.
Penurunan tersebut membuat kedua kontrak minyak menyentuh level terendah dalam hampir dua pekan terakhir.
Sempat Melonjak 4%
Pergerakan minyak dunia sepanjang sesi perdagangan berlangsung fluktuatif. Harga sempat melonjak hingga 4%.
Kenaikan itu terjadi setelah muncul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan arahan yang memperkecil peluang tercapainya kesepakatan cepat dengan AS terkait konflik yang sedang berlangsung.
Arahan tersebut memperlihatkan sikap Teheran yang semakin keras terhadap salah satu tuntutan utama Washington, terutama terkait pengayaan uranium.
Perkembangan tersebut kembali menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi ekonomi global dan stabilitas pasokan energi internasional.
Ketidakpastian Diplomasi AS-Iran
Ketidakpastian negosiasi antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang memicu tekanan terhadap harga minyak dunia.
Trump menyatakan AS pada akhirnya akan mengambil kembali stok uranium dengan pengayaan tinggi milik Iran yang menurut Washington ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir.
Namun, Teheran menegaskan uranium tersebut hanya digunakan untuk tujuan damai.
Situasi kian memanas setelah Iran mengumumkan pembentukan “Persian Gulf Strait Authority” yang akan mengawasi “zona maritim terkendali” di Selat Hormuz.
Prediksi Kondisi Energi Global
Di tengah volatilitas harga minyak dunia, sejumlah lembaga internasional memperingatkan risiko terganggunya pasokan global.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengatakan kombinasi tingginya permintaan bahan bakar selama musim panas, minimnya tambahan ekspor minyak dari Timur Tengah, serta menipisnya stok global dapat mendorong pasar minyak masuk ke “zona merah” pada Juli hingga Agustus.
Sementara itu, CEO Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) Sultan Al Jaber menilai arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tidak akan kembali normal sepenuhnya hingga 2027 meskipun konflik di kawasan Timur Tengah segera berakhir.
Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari itu disebut telah memangkas pasokan minyak dari Timur Tengah hampir 10 juta barel per hari.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
