Connect with us

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Tembus 100 Dolar per Barel

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak Brent hingga 9% dan menekan pasar saham global.

Logompn

Published

on

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Tembus 100 Dolar per Barel
Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Tembus 100 Dolar per Barel. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 13 Maret 2026 - Harga minyak dunia melonjak tajam pada Kamis (12/3) setelah tiga kapal kargo kembali menjadi sasaran serangan di kawasan Teluk, disusul dengan pernyataan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengenai komitmen negaranya untuk memblokir jalur pelayaran utama Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent tercatat naik sekitar 9%, mencapai level $101,4 per barel dalam perdagangan.

Dikutip MPN Indonesia dari BBC International, kenaikan harga ini terjadi meskipun Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak sebesar 400 juta barel untuk meredam dampak krisis akibat konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Namun, kekhawatiran para investor terhadap berlarutnya serangan ke infrastruktur energi di sekitar Selat Hormuz memicu ketidakpastian besar atas pemulihan ekonomi global.

Dalam pernyataan pertamanya, Mojtaba menegaskan Iran akan mempertahankan penutupan Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair global, namun kini secara efektif tertutup akibat meningkatnya ancaman serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.

Ketegangan Regional Dorong Gejolak Harga Minyak Dunia

Harga minyak dunia telah menunjukkan tren naik sejak konflik dimulai pada 28 Februari.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah Brent yang semula berada di angka $73 per barel pada 23 Februari, melonjak menjadi $78 pada 2 Maret dan mencapai puncak $117 pada 9 Maret dini hari.

Setelah sempat turun menjadi $84 pada malam 10 Maret, harga kembali naik dan berada di angka $98 pada pukul 09:00 tanggal 12 Maret sebelum mencapai $101,4 per barel pada hari yang sama.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Hari Ini 17 Juli 2026 Masih Tertekan: WTI di Atas 79 Dolar per Barel, Brent 85 Dolar per Barel

Situasi ini diperburuk oleh pernyataan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran yang menyatakan bahwa kapal-kapal terkait AS, Israel, atau sekutu mereka akan menjadi target serangan.

“Anda tidak akan bisa menurunkan harga minyak secara artifisial. Perkirakan harga minyak akan berada di angka $200 per barel,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui BBC pada Jumat, (13/3).

“Harga minyak bergantung pada keamanan regional, dan Anda adalah sumber utama ketidakamanan di kawasan ini,” tambahnya.

Sementara itu, pada hari yang sama, IEA menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah “menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.”

Disebutkan bahwa lima negara produsen utama — Irak, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi — telah memangkas produksi total sekitar 10 juta barel per hari.

IEA juga memperingatkan bahwa pemulihan produksi dapat memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tergantung pada kompleksitas dan kondisi lapangan.

Dampak Geopolitik Terhadap Ekonomi Global dan Pasar Saham

Konflik di Timur Tengah berdampak langsung terhadap pasar saham global. Pada Kamis (12/3), indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di AS sama-sama turun sebesar 1,5%, sementara Nasdaq merosot 1,7%.

Di Eropa, indeks FTSE 100 di London turun hampir 0,5%, dan penurunan juga tercatat pada indeks Dax Jerman, Cac Prancis, dan Ibex Spanyol. Di Jepang, indeks Nikkei ditutup melemah 1%.

Meskipun seluruh 32 negara anggota IEA telah sepakat untuk melepaskan cadangan minyak secara besar-besaran, dampaknya belum signifikan terhadap stabilisasi harga.

Bill Farren-Price dari Oxford Institute for Energy Studies menyatakan bahwa pasar telah mengantisipasi langkah tersebut.

“Ini hanyalah solusi sementara untuk masalah yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Ditutup Menguat usai Selat Hormuz Bebas Tarif selama 60 Hari

“kita kehilangan sekitar 20 juta barel pasokan per hari dari Teluk dan 400 juta barel itu banyak, tetapi dalam konteks pasar global yang mengonsumsi lebih dari 100 juta barel minyak per hari, Anda dapat melihat skala tantangannya,” tekannya.

Martin Ma dari Singapore Institute of Technology menambahkan bahwa lonjakan harga menunjukkan pasar masih memperkirakan adanya gangguan yang “berkepanjangan.”

Respons Negara-Negara Asia dan Ketegangan Harga Energi

Negara-negara Asia yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah mulai merasakan dampak langsung dari lonjakan harga minyak dunia.

Di Filipina, Thailand, dan Vietnam, antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar seiring meningkatnya kekhawatiran atas kelangkaan.

Pemerintah Thailand menginstruksikan sebagian besar staf instansi pemerintah untuk bekerja dari rumah guna menghemat energi, serta membatasi perjalanan dinas ke luar negeri.

Di Filipina, pemerintah mulai menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu untuk mengurangi konsumsi energi nasional.

Sementara itu, di AS, Gedung Putih mempertimbangkan penangguhan Undang-Undang Jones yang mengatur penggunaan kapal buatan AS dalam pengangkutan barang antarpelabuhan domestik, sebagai langkah untuk mengendalikan harga energi.

Dampak Inflasi dan Kebijakan Moneter

Kenaikan harga minyak dan energi turut menimbulkan kekhawatiran atas inflasi global.

Di Inggris, Bank of England yang sebelumnya diperkirakan akan memangkas suku bunga, kini dihadapkan pada kemungkinan penundaan bahkan potensi kenaikan suku bunga.

Saat ini suku bunga berada di level 3,75% dan bank sentral tersebut dijadwalkan mengadakan pertemuan minggu depan untuk menentukan kebijakan lanjutan.

“Kami memperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga tahun ini. Sekarang kami memperkirakan tidak akan ada penurunan sama sekali, bahkan ada kemungkinan kenaikan suku bunga,” ujar Maike Currie, Kepala Keuangan Pribadi di Pensionbee.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Hari Ini 29 Juli 2026 Melonjak Lebih dari 4%

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending