Ekonomi
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamax dkk Apa Kabar?
Harga minyak dunia yang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir membuka peluang turunnya harga BBM non-subsidi seperti Pertamax.
MPN Indonesia 18 Juni 2026 - Harga minyak dunia yang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir membuka peluang turunnya harga BBM non-subsidi seperti Pertamax.
Juru Bicara Menteri ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa mekanisme penentuan harga BBM non-subsidi mengikuti pergerakan pasar.
Artinya, perubahan harga minyak dunia akan berdampak pada harga jual BBM non-subsidi di dalam negeri.
“Apakah (Pertamax) bisa turun lagi? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun,” katanya kepada awak media di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (17/6).
“Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidakk terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya,” sambung dia.
Pergerakan Harga Minyak Dunia
Harga minyak dunia mengalami penurunan setelah adanya rencana kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada Rabu (17/6), harga minyak jenis Brent turun sekitar 5% menjadi US$78,96 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 5,8% menjadi US$76,05 per barel.
Penurunan ini menjadi level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Hal ini dipicu oleh potensi peningkatan pasokan minyak dunia setelah Iran kembali diizinkan menjual minyak ke pasar global.
Selain itu, pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur distribusi utama minyak dunia turut memengaruhi stabilitas pasokan.
Kebijakan Harga BBM
Penyesuaian harga BBM dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG/01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa kebijakan ini mempertimbangkan berbagai faktor global.
“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon di akun Instagram Pertamina pada 11 Juni lalu.
Sebelumnya, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan ini terjadi seiring dengan tekanan harga minyak dunia yang meningkat akibat konflik geopolitik.
Namun demikian, pemerintah bersama PT Pertamina sempat menahan kenaikan harga BBM non-subsidi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
