Connect with us

Ekonomi

Indonesia Catat Potensi Kerja Sama Rp5,8 M di CLITF 2025 Tiongkok, Kopi Panggang Jadi Unggulan!

Indonesia raup potensi kerja sama Rp5,86 miliar di CLITF 2025, dominan dari ekspor kopi. Paviliun Indonesia tampil menonjol sebagai guest country of honor.

Logompn

Published

on

Indonesia catat potensi kerja sama rp5,8 m di clitf 2025 tiongkok, kopi panggang jadi unggulan!
Ilustrasi Biji Kopi. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 18 Juli 2025 - Indonesia mencatat potensi kerja sama bisnis senilai Rp5,86 miliar dalam ajang The 31st China Lanzhou Investment and Trade Fair (CLITF) 2025 yang berlangsung pada 6–10 Juli di Gansu International Convention and Exhibition Center, Lanzhou, Tiongkok.

Sebagian besar nilai kerja sama berasal dari produk kopi Indonesia, khususnya biji kopi panggang dalam kemasan (roasting).

Atase Perdagangan RI di Beijing, Budi Hansyah, menyatakan bahwa CLITF 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas pasar ekspor Indonesia ke wilayah barat laut Tiongkok.

“Kami mendorong kolaborasi para pelaku usaha Indonesia dengan pembeli Tiongkok di sektor pertanian, makanan, dan energi terbarukan di kawasan ini,” ujar Budi dalam siaran pers, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemendag, Jumat (17/7).

Kopi Jadi Kontributor Utama Potensi Ekspor

Kontribusi terbesar berasal dari John Andrew Coffee yang mencatat sekitar 75 persen dari total nilai kerja sama.

Perwakilan perusahaan, Yenny, mengatakan, “Pasar Tiongkok barat laut menunjukkan minat yang kuat terhadap kopi Indonesia yang memiliki karakter rasa unik dan berkualitas premium.”

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya menjalin kesepahaman awal dengan calon pembeli dari Lanzhou untuk pasokan rutin biji kopi.

Paviliun Indonesia dan Produk yang Dipamerkan

Indonesia menempati area seluas 162 m² di Zona Silk Road International Cooperation. Produk yang ditampilkan antara lain:

  • Kopi (biji dan kemasan)
  • Mi instan dan makanan ringan
  • Sarang burung walet
  • Kerajinan tangan dan batik
  • Perhiasan
  • Minyak aromaterapi dan gaharu
Baca Juga:  Gibran Rakabuming Raka Menyambut Wakil Presiden China Han Zheng di Istana Wapres

Paviliun mendapat respons positif dari pengunjung lokal dan internasional yang tertarik dengan cita rasa khas dan keunikan produk Indonesia.

Selain potensi kerja sama jangka panjang, Indonesia juga mencatat transaksi ritel langsung senilai USD 12,36 ribu atau sekitar Rp201,16 juta untuk produk makanan dan kerajinan.

Perusahaan Indonesia yang Terlibat

Sebanyak 16 perusahaan dan distributor ikut serta dalam pameran ini, di antaranya:

  • Indofood (Shanghai Resources Int. Trading)
  • Nabati (Enerlife Foods Shanghai)
  • UD Raja Kopi
  • John Andrew Coffee
  • PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
  • Ellyhan Jewelry
  • GMC Collection
  • Dan beberapa lainnya

Status Khusus Indonesia sebagai Tamu Kehormatan

Indonesia hadir sebagai guest country of honor pada CLITF 2025. Status ini memberikan eksposur khusus melalui lokasi strategis paviliun, desain pameran mencolok dengan tema tropis, dan kunjungan pejabat dari Pemerintah Provinsi Gansu.

Paviliun Indonesia diresmikan oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun.

Tiongkok Jadi Mitra Ekspor Utama Indonesia

Hingga Mei 2025, Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 24,25 miliar atau 22,9 persen dari total ekspor nonmigas.

Produk utama ekspor Indonesia ke Tiongkok meliputi:

  • Besi dan baja
  • Batu bara
  • Nikel
  • Minyak kelapa sawit

Tumbuhnya sektor industri dan energi di Tiongkok serta kebijakan Made in China 2025 membuka peluang besar bagi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya untuk bahan baku dan komoditas.

(AKM/NID/RAD)

Trending