Connect with us

Berita

Marak Beredar Uang Palsu, Begini Cara Ceknya: Dilihat, Diraba Diterawang

Bank Indonesia imbau masyarakat tetap tenang dan gunakan metode Dilihat, Diraba, Diterawang (3D) untuk mengenali uang rupiah asli.

Logompn

Published

on

Marak Beredar Uang Palsu, Begini Cara Ceknya Dilihat, Diraba Diterawang
Marak Beredar Uang Palsu, Begini Cara Ceknya Dilihat, Diraba Diterawang. Gambar: Dok. Istimewa

MPN Indonesia 26 Desember 2024 - Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat tetap tenang dan terus menggunakan uang tunai meski adanya pengungkapan pabrik uang palsu di Sulawesi Selatan.

Upaya pencegahan peredaran uang palsu terus dilakukan, termasuk memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat mengenai cara mengenali keaslian uang rupiah.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, menegaskan pentingnya masyarakat memahami ciri-ciri uang asli melalui metode Dilihat, Diraba, dan Diterawang (3D).

“Jika masyarakat menemukan atau mendapatkan uang yang dicurigai palsu, sebaiknya segera melapor kepada pihak berwenang, perbankan, atau Bank Indonesia,” ujar Marlison dalam pernyataan resminya.

Penurunan Rasio Uang Palsu

Bank Indonesia mencatat penurunan rasio uang palsu terhadap Uang yang Diedarkan (UYD) dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2024, rasio tersebut tercatat sebesar 4 ppm (piece per million) atau empat lembar palsu dalam setiap satu juta lembar uang yang beredar.

Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022 dan 2023 yang mencapai 5 ppm, serta menurun drastis dari 9 ppm di tahun 2020 dan 7 ppm di tahun 2021.

Penurunan ini menunjukkan efektivitas langkah-langkah pengawasan dan edukasi yang dilakukan BI, termasuk penyebaran informasi mengenai karakteristik uang rupiah asli untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Karakteristik Uang Rupiah Asli

Kualitas uang palsu yang ditemukan sering kali rendah dibandingkan dengan uang rupiah asli, seperti penggunaan kertas HVS dan teknik cetak offset biasa.

Oleh karena itu, masyarakat dapat dengan mudah mengenali uang asli melalui beberapa ciri khas sebagai berikut:

Baca Juga:  Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Anjlok hingga Rp 17.261 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah

1. Warna Uang yang Terang dan Jelas

Uang rupiah asli memiliki warna yang terlihat terang dan jelas pada setiap pecahan, sehingga sulit ditiru oleh pembuat uang palsu.

2. Benang Pengaman

Pecahan besar seperti Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000 memiliki benang pengaman yang tampak seperti dianyam.

Pada pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, benang pengaman ini akan berubah warna jika dilihat dari sudut tertentu.

3. Cetakan Kasar yang Dapat Diraba

Elemen seperti logo Garuda, angka nominal, dan gambar pahlawan pada uang rupiah terasa kasar saat diraba.

Hal ini juga berlaku untuk kode tunanetra berupa garis kasar di sisi kanan dan kiri uang.

4. Tanda Air (Watermark)

Tanda air berupa gambar pahlawan nasional dan ornamen tertentu terlihat jelas jika uang diterawang ke arah cahaya.

Pentingnya Edukasi Keuangan

Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan edukasi keuangan, terutama terkait pengenalan uang rupiah asli.

Selain sebagai bentuk perlindungan dari peredaran uang palsu, pemahaman ini juga membantu menjaga stabilitas sistem keuangan.

Dengan memahami dan menerapkan metode Dilihat, Diraba, dan Diterawang, masyarakat dapat membantu meminimalkan risiko kerugian akibat uang palsu.

Bank Indonesia mengimbau agar temuan uang palsu dilaporkan ke otoritas terkait untuk ditindaklanjuti.

Trending