Connect with us

Ekonomi

Mentan Bongkar 212 Merek Beras Diduga Oplosan

Sebanyak 212 merek beras diduga dioplos dan tidak sesuai standar mutu. Kementan telah menyerahkan temuan ini ke Polri dan Kejaksaan Agung.

Logompn

Published

on

Mentan bongkar 212 merek beras diduga oplosan
Ilustrasi Beras. Gambar : Unsplash/Nathan Cima

MPN Indonesia 14 Juli 2025 - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sebanyak 212 merek beras diduga dioplos dan tidak sesuai dengan standar mutu dan takaran.

Temuan beras oplosan ini telah diserahkan kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk ditindaklanjuti.

“212 kami sudah kirim merek yang tidak sesuai standar, mengurangi volume, mutunya tidak sesuai, kemudian tidak sesuai standar. Kami sudah kirim ke Pak Kapolri langsung dan Pak Jaksa Agung langsung. Sekarang ini, pemeriksaan sudah berjalan,” ujar Amran kepada wartawan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Menurut Amran, praktik yang dilakukan meliputi pengurangan volume dalam kemasan serta pencantuman mutu yang tidak sesuai dengan isi beras, yang masuk dalam kategori penipuan dan pelanggaran hukum.

Empat Produsen Besar Mulai Diperiksa

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah memeriksa empat produsen yang diduga terlibat.

Berikut produsen dan merek yang sedang dalam proses pemeriksaan:

  • Wilmar Group: Sania, Sovia, Fortune
  • PT Food Station Tjipinang Jaya: FS Japonica, FS Setra Ramos, FS Beras Sego Pulen, FS Sentra Wangi, Alfamart Sentra Pulen, Indomaret Beras Pulen Wangi
  • PT Belitang Panen Raya: Raja Ultima, Raja Platinum, RajaKita (premium), dan RAJA (ekonomis)
  • PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group): Ayana

Brigjen Helfi Assegaf, Dirtipideksus Bareskrim Polri, membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap empat produsen tersebut sedang berlangsung.

“Betul, masih dalam proses pemeriksaan,” jelasnya.

Imbauan Pemerintah untuk Perbaikan Produk

Menteri Pertanian menegaskan pentingnya penegakan standar kualitas beras dan meminta produsen untuk segera memperbaiki produknya sesuai ketentuan.

“Jadi kami minta sekali lagi, kami minta semua yang merasa tidak sesuai standar, tolong diperbaiki. Karena itu Satgas Pangan akan bekerja sampai ke daerah,” tegas Amran.

Baca Juga:  Preman di Tangsel Ngamuk karena Tak Dikasih Kulit Ayam Goreng untuk Camilan Mabuk

(AKM/NID/RAD)

Trending