Connect with us

Ekonomi

Mulai 14 Maret 2025, Naik KRL dan MRT Bisa Bayar Pakai QRIS Tap

Pengguna KRL dan MRT Jakarta bisa melakukan pembayaran pakai QRIS Tap mulai 14 Maret 2025. Sistem ini lebih praktis tanpa scan barcode, mendukung digitalisasi transportasi!

Profile Nida MPN Indonesia

Published

on

Mulai 14 Maret 2025, Naik Krl Dan Mrt Bisa Bayar Pakai Qris Tap
Mulai 14 Maret 2025, Naik KRL dan MRT Bisa Bayar Pakai QRIS Tap. Gambar : Instagram/@mrtjktinfo

MPN Indonesia 24 Februari 2025 - Pengguna KRL dan MRT di Jakarta akan dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS Tap mulai 14 Maret 2025, tanpa perlu melakukan pemindaian kode QR.

Fitur baru ini memungkinkan penumpang cukup menempelkan ponsel mereka ke mesin pembaca untuk mengakses layanan transportasi publik, mendukung digitalisasi dalam kebijakan transportasi.

Inovasi dalam Sistem Pembayaran Transportasi Publik

Bank Indonesia (BI) memperkenalkan sistem QRIS Tap sebagai bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.

Inovasi ini mempercepat rencana yang awalnya dijadwalkan untuk akhir triwulan I tahun 2025.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa penggunaan QRIS Tap tidak memerlukan pemindaian barcode, sehingga lebih praktis dan efisien bagi pengguna.

“Kemarin kan kami katakan mungkin (diluncurkan) di akhir triwulan I. Nah, ini nampaknya kami bisa percepat gitu,” ungkap Filianingsih dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, dilansir dari Antara, pada Minggu (23/2).

Langkah ini mencerminkan komitmen BI dalam mendukung transformasi digital di sektor transportasi publik, termasuk KRL, MRT, dan Damri.

Kebijakan Merchant Discount Rate (MDR)

Bersamaan dengan peluncuran QRIS Tap, Bank Indonesia juga mengumumkan penurunan Merchant Discount Rate (MDR) dari 0,4 persen menjadi 0 persen untuk kategori Badan Layanan Umum (BLU) dan Public Service Obligation (PSO).

Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong adopsi pembayaran digital di berbagai sektor layanan umum, seperti rumah sakit, tempat wisata, pendidikan, dan transportasi publik.

“Kami akan menurunkan MDR untuk QRIS di BLU, Badan Layanan Umum, dan PSO. Ini merupakan bentuk keberpihakan Bank Indonesia untuk mendukung program pemerintah, khususnya untuk meningkatkan atau perbaikan layanan umum,” jelas Filianingsih.

Baca Juga:  Proyek MRT Lin Timur-Barat Bakal Dibangun 2026, Hubungkan Tomang hingga Bekasi

Dampak Terhadap Transportasi Publik

Implementasi QRIS Tap diharapkan meningkatkan efisiensi dalam pembayaran transportasi publik.

Penumpang KRL dan MRT tidak lagi memerlukan kartu fisik atau uang tunai, cukup menggunakan ponsel dengan aplikasi pembayaran yang kompatibel.

Hal ini sejalan dengan upaya digitalisasi sektor transportasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Selain itu, peluncuran QRIS Tap diharapkan meningkatkan volume transaksi digital.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa transaksi melalui QRIS telah mengalami peningkatan sebesar 170,1 persen year on year (yoy) pada bulan sebelumnya.

Peningkatan ini didukung oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant yang menggunakan QRIS.

Mendukung Transformasi Digital Transportasi

Inovasi QRIS Tap tidak hanya mempermudah pengguna KRL dan MRT, tetapi juga mendukung kebijakan transportasi yang lebih modern dan efisien.

Dengan penerapan sistem pembayaran yang lebih praktis, pemerintah berharap dapat meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik, sehingga turut mengurangi kemacetan dan polusi udara di perkotaan.

Penggunaan QRIS Tap juga menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam mengembangkan teknologi sistem pembayaran yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa terobosan ini adalah bagian dari upaya mendukung transformasi digital di sektor transportasi dan layanan publik lainnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending