Connect with us

Berita

Proyek MRT Lin Timur-Barat Bakal Dibangun 2026, Hubungkan Tomang hingga Bekasi

Pembangunan MRT Lin Timur-Barat akan dimulai pada 2026, menghubungkan Tomang hingga Medan Satria, Bekasi. Proyek ini didanai bersama JICA dan ADB.

Logompn

Published

on

Proyek mrt lin timur barat bakal dibangun 2026, hubungkan tomang hingga bekasi
Mass Rapid Transit (MRT). Gambar : Unsplash/Achmad Al Fadhli

MPN Indonesia 16 November 2025 - Pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Lin Timur-Barat fase 1 tahap 1 yang akan menghubungkan Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Bekasi, dijadwalkan mulai pada tahun 2026.

Proyek ini merupakan bagian dari kebijakan transportasi untuk memperluas jaringan angkutan massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Lintasan MRT tahap awal akan membentang sepanjang 24,5 kilometer dan menjadi jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Jabodetabek.

“Pembangunan MRT Lin Timur-Barat dari Tomang hingga Medan Satria rencananya akan mulai dibangun pada 2026, dengan co-financing Japan International Cooperation Agency dan Asian Development Bank,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda), Farchad Mahfud dalam keterangannya, Senin (10/11).

Jalur Tambahan dan Fasilitas Penunjang

Sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur, proyek ini juga mencakup pembangunan jalur menuju depo MRT di Rorotan, Jakarta Utara, dengan panjang 5,9 kilometer.

Jalur tersebut akan menjadi area penting untuk mendukung operasional dan perawatan kereta MRT.

Selain jalur utama, akan dibangun fasilitas penunjang yang meningkatkan aksesibilitas penumpang terhadap bangunan di sekitar stasiun.

“Harapannya, kami bisa menghasilkan integrasi antarmoda dengan bangunan di sekitarnya yang pada akhirnya akan mempermudah mobilitas masyarakat di Jakarta, bahkan Jabodetabek,” jelas Farchad.

Desain dan Tahapan Proyek

Desain stasiun MRT pada proyek Lin Timur-Barat ini dirancang lebih efisien dibandingkan fase sebelumnya.

Proses penjajakan awal proyek diperkirakan berlangsung selama dua tahun sebelum pembangunan fisik dimulai.

Penjajakan dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Deltasari Adipratama, yang dimulai dengan kajian pengembangan lahan di area proyek.

Baca Juga:  Proyek SPAM Jatiluhur Rampung, Target Peresmian Akhir 2024

(AKM/NID/RAD)

Trending