Connect with us

Berita

Pemerintah Targetkan 40 Triliun Transaksi Online Tercapai Saat Harbolnas

Pemerintah targetkan transaksi Rp 40 triliun di Harbolnas 2024, dengan fokus pada produk lokal dan UMKM, serta optimisme tumbuhnya e-commerce Indonesia.

Actress 1299250

Published

on

Pemerintah Targetkan 40 Triliun Transaksi Online Tercapai Saat Harbolnas
Pemerintah Targetkan 40 Triliun Transaksi Online Tercapai Saat Harbolnas. Gambar : tirto.id/ Dok. Nabila Ramadhanty Putri Darmadi

MPN Indonesia 8 Desember 2024 - Pemerintah menargetkan nilai transaksi sebesar Rp40 triliun selama perhelatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2024.

Angka ini mencatat kenaikan signifikan sebesar 60 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp25,7 triliun.

Harbolnas tahun ini berlangsung lebih lama, yakni selama tujuh hari, mulai 10 hingga 16 Desember 2024, dibandingkan hanya tiga hari pada edisi sebelumnya.

“Target transaksi pada tahun ini mencapai Rp40 triliun, naik 60 persen dari tahun lalu. Diharapkan ini bisa mendongkrak penjualan produk lokal,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran Harbolnas di The Park Pejaten, Jakarta, Jumat (6/12).

Fokus pada Produk Lokal dan UMKM

Sebanyak 417 peserta berpartisipasi dalam Harbolnas 2024, dengan 99 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menawarkan produk lokal.

Pemerintah berharap acara ini dapat semakin memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional, terutama melalui belanja online.

Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, menyatakan Harbolnas menjadi momentum strategis untuk mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital.

“Para pelaku UMKM didorong menyediakan paket-paket diskon, baik untuk belanja online maupun offline. Ini upaya memperkuat daya saing produk lokal di pasar digital,” kata Maman.

Selain diskon besar-besaran, Harbolnas 2024 juga menghadirkan program promosi seperti travel fair yang melibatkan hotel, restoran, dan tiket wisata.

Menurut Airlangga, kolaborasi ini bertujuan memperkuat hubungan antara sektor belanja online dan pariwisata.

Optimisme pada Daya Beli Masyarakat

Airlangga optimistis bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih cukup kuat.

Baca Juga:  Pemerintah Mulai Program Gentengisasi, Borong 24 Truk Genteng dari UMKM

“Kita lihat konsumsi dalam negeri terus meningkat. Fast-moving consumer goods tumbuh 1,1 persen secara year-on-year hingga kuartal ketiga 2024,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa sektor e-commerce mencatat penjualan hingga Rp65 miliar pada 2023 dan diperkirakan dapat mencapai Rp125 miliar dalam dua tahun mendatang.

Harbolnas disebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung industri dalam negeri.

“Harbolnas ini tidak hanya mendorong e-commerce, tetapi juga produksi nasional,” tambah Airlangga.

Target Pasar Regional

Selain pasar domestik, pemerintah juga mengincar pasar Asia Tenggara sebagai sasaran potensial bagi pelaku e-commerce Indonesia.

Airlangga menyebut integrasi pasar ASEAN, yang memiliki lebih dari 600 juta konsumen, sebagai peluang besar.

“Jika kita bisa mengintegrasikan pasar ASEAN, potensi pasar kita tidak hanya 180 juta orang, tetapi 600 juta. Target kita, sektor e-commerce Indonesia tumbuh hingga US$1 triliun pada 2030,” paparnya.

Program Pendukung Pasca-Harbolnas

Setelah Harbolnas, pemerintah akan melanjutkan program Belanja di Indonesia (BINA) yang digelar pada 20-29 Desember 2024.

Program ini diharapkan semakin mendorong transaksi belanja baik online maupun offline, sekaligus memaksimalkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian negara.

Dengan fokus pada promosi produk lokal, penguatan UMKM, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis target transaksi Rp40 triliun dapat tercapai. Harbolnas 2024 diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Trending