Connect with us

Ekonomi

Purbaya Wanti-wanti Bank Himbara Penerima Rp200 Triliun: Kalau Beli Dollar Saya Sikat

Menkeu Purbaya mengingatkan lima bank Himbara agar tidak menggunakan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun untuk membeli dollar Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Purbaya wanti wanti bank himbara penerima rp200 triliun kalau beli dollar saya sikat
Purbaya Wanti-wanti Bank Himbara Penerima Rp200 Triliun: Kalau Beli Dollar Saya Sikat | Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 11 Oktober 2025 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar tidak menggunakan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun untuk membeli dollar Amerika Serikat.

Peringatan ini disampaikan Purbaya usai mengevaluasi serapan dana tersebut di sektor perbankan dalam forum Investor Daily Summit 2025.

Ia menegaskan bahwa dana itu seharusnya digunakan untuk penyaluran kredit ke sektor produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebetulnya operasi keuangan saya enggak ada urusan uangnya mau ditaruh di mana, yang penting jangan beli dollar ya. Kalau beli dollar saya sikat dia,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/10).

Penempatan dan Serapan Dana di Lima Bank Himbara

Dana sebesar Rp200 triliun tersebut sebelumnya telah ditempatkan oleh Kementerian Keuangan di lima bank Himbara.

Dana itu dibagi berdasarkan klasifikasi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI), dengan rincian sebagai berikut:

  • Bank Mandiri (KBMI 4): Rp55 triliun
  • BNI (KBMI 4): Rp55 triliun
  • BRI (KBMI 4): Rp55 triliun
  • BTN (KBMI 3): Rp25 triliun
  • BSI (KBMI 3): Rp10 triliun

Purbaya menyebut, BSI menjadi satu-satunya bank syariah penerima dana karena kemampuannya menyalurkan pembiayaan ke wilayah Aceh.

“BSI ini penting karena hanya mereka yang bisa masuk ke Aceh,” ujar Purbaya.

Dana Tak Terserap Akan Dialihkan ke Bank Lain

Dalam laporan realisasi serapan, Bank Mandiri mencatat penyaluran sebesar 74 persen dari total dana yang diterima, BRI sebesar 62 persen, dan BNI sekitar 50 persen.

Sementara itu, BTN baru menyalurkan 19 persen dari dana yang diterima, meski sebelumnya menyatakan akan menghabiskannya pada Desember 2025.

Baca Juga:  Prabowo Panggil Bos BI hingga Purbaya ke Istana usai Dolar Tembus Rp17.400

“Padahal dia (BTN) yang ngomongnya paling kenceng ‘Desember udah habis duitnya’. (Ternyata) baru 19 persen,” kata Purbaya.

Pemerintah memproyeksikan BTN hanya mampu menyerap sekitar Rp10 triliun hingga akhir 2025. Jika tidak ada peningkatan, sekitar Rp15 triliun dari alokasi BTN akan dialihkan ke bank lain.

“Prioritas saya mungkin ke BPD DKI, Bank Jakarta, dan bank di Jawa Timur. Karena backing mereka kuat, jadi nggak akan ada apa-apa,” tuturnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending