Ekonomi
Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.000 per Dolar, Apa Dampaknya bagi Ekonomi?
Rupiah pada hari ini, Kamis (4/6), telah menembus Rp18.000 per dolar. Lantas, apa dampak melemahnya rupiah pada rakyat? Berikut ulasannya.
MPN Indonesia 4 Juni 2026 - Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6) pagi setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah.
Berdasarkan data Investing pada pukul 06.45 WIB, rupiah sempat menyentuh Rp18.015 per dolar AS.
Data Google Finance juga mencatat rupiah berada di level Rp18.022 per dolar AS pada malam hari.
Melemahnya rupiah tersebut berdampak pada sektor perbankan, inflasi, hingga daya beli masyarakat.
Lantas apa saja dampak dari melemahnya rupiah terhadap dolar? Berikut ulasannya.
Dampak terhadap Perbankan
Melemahnya rupiah bisa berdampak pada sektor perbankan. Pasalnya, bank yang memiliki ekspose dalam dolar harus menanggung risiko nilai tukar.
Selain itu, dari sisi risiko kredit, melemahnya nilai tukar rupiah bisa berakibat pada menurunnya kualitas pinjaman.
Hal ini semakin parah jika sebagian nasabah memiliki kewajiban utang dalam bentuk valas.
Artinya, depresiasi rupiah bisa meningkatkan beban cicilan mereka yang pada akhirnya berdampak pada kualitas kredit, demikian tertulis dalam jurnal Analisis Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing dengan Menggunakan Metode Value at Risk (VAR) pada Bank Muamalat Indonesia.
Dampak terhadap Biaya Produksi dan Inflasi
Perubahan nilai tukar rupiah memiliki hubungan erat dengan aktivitas perdagangan internasional.
Dalam jurnal Pengaruh Nilai Tukar Rupiah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia disebutkan:
“Ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, harga barang impor meningkat sehingga dapat menambah biaya produksi bagi perusahaan yang menggunakan bahan baku impor”.
Kondisi ini dapat mendorong kenaikan harga barang di dalam negeri dan memicu tekanan inflasi.
Dampak ini bisa dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, bahkan UMKM sekalipun.
Dampak terhadap Ekonomi Pedesaan
Menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mohammad Nur Rianto Al Arif, dampak melemahnya rupiah bisa dirasakan oleh masyarakat di pedesaan.
Dampak itu tercermin pada kenaikan harga pupuk, biaya solar, pakan ternak, hingga daya beli masyarakat yang terkikis.
Kenaikan harga tersebut menekan margin keuntungan petani karena harga jual hasil panen tidak selalu meningkat seiring kenaikan biaya produksi.
“Petani sering kali berada dalam posisi yang lemah dalam rantai distribusi. Ketika biaya produksi naik, mereka tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga. Akibatnya, keuntungan menyusut, bahkan tidak jarang berubah menjadi kerugian,” katanya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi UIN Jakarta.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,60 persen, turun dari 6,73 persen pada Maret 2025.
Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 sebesar 10,72 persen, turun dari 11,03 persen pada Maret 2025.
Menurut Rianto Al Arif, data ini menunjukkan tingkat kerentanan ekonomi di desa masih lebih tinggi dibandingkan kota.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
