Connect with us

Ekonomi

Tanggapi Ramalan Bank Dunia soal Defisit APBN, Purbaya: Selama Ini Sering Meleset!

Menkeu Purbaya menanggapi laporan Bank Dunia yang memproyeksikan defisit APBN Indonesia akan melebar hingga 2027.

Logompn

Published

on

Purbaya tanggapi ramalan bank dunia soal defisit apbn
Purbaya Tanggapi Ramalan Bank Dunia soal Defisit APBN | Gambar: YouTube/Kementerian Keuangan RI

MPN Indonesia 28 Desember 2025 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi laporan Bank Dunia yang memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia akan melebar hingga 2027.

Dalam proyeksi tersebut, defisit APBN diperkirakan naik dari 2,8 persen pada 2025 dan 2026 menjadi 2,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2027.

Dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan pada Kamis (18/12), Purbaya menyebut bahwa ramalan Bank Dunia kerap tidak akurat jika dibandingkan dengan realisasi kebijakan fiskal pemerintah.

“Ya suka-suka dia. Dia prediksi boleh, enggak prediksi juga enggak apa-apa. Tapi kan selama ini sering meleset,” katanya seperti dikutip MPN Indonesia dari siaran langsung YouTube Kementerian Keuangan RI, Senin (22/12).

Pengelolaan Defisit APBN di Bawah Kendali Pemerintah

Menurut Purbaya, pengelolaan defisit APBN sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah, bukan ditentukan oleh pihak eksternal.

Ia mengatakan besaran defisit akan sangat ditentukan oleh kepiawaian pemerintah dalam menyeimbangkan belanja negara dengan pendapatan yang berasal dari pajak, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kalau APBN kan di bawah kendali kita, bukan market yang jalan sendiri. Jadi defisit melebar atau enggak tergantung kepiawaian kita untuk mengendalikan belanja dan meningkatkan pendapatan dari pajak, bea cukai, maupun PNBP,” jelasnya.

Sebagai upaya meningkatkan penerimaan negara, Kementerian Keuangan terus memperkuat kinerja Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) di pelabuhan. Teknologi ini digunakan untuk meminimalisir kebocoran penerimaan di sektor kepabeanan.

Baca Juga:  Purbaya Copot Kepala Kanwil Pajak Jakut Buntut Pegawai Kena OTT KPK

“Seharusnya ke depan akan membaik terus. Dari perbaikan AI kita bisa dapat Rp1 triliun minimal. Nanti kita perbaiki lagi yang lain-lain. Harusnya kebocoran bea cukai akan berkurang secara signifikan,” kata Purbaya.

Pemerintah Optimis APBN Tetap Terkendali

Purbaya juga menyampaikan bahwa dinamika ekonomi global dapat mempengaruhi proyeksi makroekonomi. Namun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga belanja negara dalam batas yang aman dan berkelanjutan.

“Dan satu lagi belanja kita kendalikan. Artinya bisa melebar bisa saja enggak tergantung kebutuhan kita. Tapi saya yakin kita akan kendalikan di level yang masih berkesinambungan ke depannya,” tuturnya.

Pernyataan Purbaya muncul usai Bank Dunia melalui laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025 memproyeksikan bahwa defisit APBN Indonesia pada 2025 dan 2026 akan mencapai 2,8 persen terhadap PDB, dan meningkat menjadi 2,9 persen pada 2027.

Meski demikian, angka ini masih berada di bawah batas maksimal 3 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending