Connect with us

Berita

Fenomena Bediding Kembali Terjadi, Ini Penjelasan dan Imbauan BMKG

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdani menyebut fenomena bediding di Indonesia masih tergolong normal meski suhu tercatat turun drastis.

Logompn

Published

on

Fenomena bediding kembali terjadi, ini penjelasan dan imbauan bmkg
Fenomena Bediding Kembali Terjadi | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Juli 2025 - Fenomena bediding, atau suhu dingin pada malam hingga pagi hari, kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama musim kemarau 2025.

Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdani menegaskan bahwa kondisi ini masih tergolong normal secara klimatologis meskipun suhu turun drastis.

“Fenomena bediding, atau suhu dingin yang terjadi pada malam hingga pagi hari, merupakan kejadian yang wajar dan berulang setiap musim kemarau, khususnya di wilayah dataran tinggi dan pegunungan seperti di Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” jelas Andri saat dihubungi MPN Indonesia via WhatsApp, Jumat (11/7).

Data suhu minimum pertengahan Juli 2025 menunjukkan angka 14,4 °C di Ruteng (NTT), 14,5 °C di Pasuruan (Jawa Timur), dan 15,0 °C di Silangit (Sumatra Utara).

Meski angka tersebut tampak menonjol, Andri menyatakan bahwa catatan itu secara klimatologis masih dalam batas normal untuk musim kemarau.

“Meskipun angka-angka tersebut tampak menonjol, secara klimatologis masih berada dalam rentang normal untuk musim kemarau dan belum menunjukkan indikasi anomali yang luar biasa,” katanya.

Apa Itu Fenomena Bediding?

Bediding adalah sebuah kondisi di mana suhu dingin terasa lebih ekstrem pada malam hingga pagi hari yang biasa terjadi saat musim kemarau, khususnya di wilayah dataran tinggi dan pegunungan seperti di Jawa dan sekitarnya.

Fenomena ini disebabkan oleh Monsun Timur atau Monsun Australia, yang membawa udara dingin dan kering dari Australia yang berada pada musim dingin menuju wilayah selatan khatulistiwa.

Proses Fisik dan Dinamika

Andri menjelaskan bahwa fenomena bediding dipengaruhi oleh proses fisik angin Munson Australia yang membawa massa udara kering dan bersuhu lebih rendah.

Baca Juga:  Jelang Musim Kemarau, BMKG Prediksi Beberapa Wilayah Ini Paling Panas

“Ketika angin ini bergerak ke wilayah Indonesia, di mana kondisi langit cenderung cerah dan kelembapan udara relatif rendah, terjadi proses pendinginan yang lebih intens di permukaan bumi, khususnya pada malam hingga dini hari,” jelas Andri.

Ia juga menjelaskan bahwa kurangnya tutupan awan dan uap air mempercepat proses pendinginan pada permukaan, sehingga suhu terasa lebih dingin, fenomena inilah yang disebut bediding.

BMKG Imbau Masyarakat untuk Waspada Hadapi Fenomena Bediding

Meski penurunan suhu masih dalam angka yang wajar, Andri tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap pengaruh perubahan iklim global yang bisa memengaruhi fluktuasi suhu.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penurunan suhu yang cukup signifikan pada malam hingga pagi hari, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan individu dengan penyakit pernapasan,” ujar Andri.

Selain itu, ia juga menganjurkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor mengingat beberapa wilayah masih sering mengalami hujan di atas normal meski sudah memasuki musim kemarau.

(AKM/NID/RAD)

Kuasa Hukum Sarwendah Ungkap Hasil Psikologi Forensik Anak Tidak Terjadi Eksploitasi pada Anak
Selebriti2 minutes ago

Kuasa Hukum Sarwendah Ungkap Hasil Psikologi Forensik Anak: Tidak Terjadi Eksploitasi pada Anak

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon
Viral9 minutes ago

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon

MPN Studio Hadirkan Perjalanan MT Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia
Film21 minutes ago

MPN Studio Hadirkan Perjalanan M.T. Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita32 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga47 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita1 hour ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita1 hour ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita2 hours ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti2 hours ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi2 hours ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional3 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Trending