Connect with us

Berita

GoTo Pastikan Perwakilan Ojol yang Bertemu Gibran Adalah Driver Aktif

GoTo menegaskan perwakilan ojol dalam dialog dengan Wapres Gibran pada 31 Agustus adalah mitra aktif, menanggapi keraguan publik soal keaslian peserta.

Logompn

Published

on

Goto pastikan perwakilan ojol yang bertemu gibran adalah driver aktif
GoTo Pastikan Perwakilan Ojol yang Bertemu Gibran Adalah Driver Aktif. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@setwapres.ri

MPN Indonesia 3 September 2025 - Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Ade Mulya, menegaskan bahwa perwakilan ojek online (ojol) yang hadir dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Minggu (31/8) adalah mitra aktif Gojek.

Penegasan ini merespons keraguan publik terkait keaslian para peserta yang hadir dalam forum dialog tersebut.

Proses Undangan dari Kantor Wakil Presiden

Pertemuan tersebut berlangsung atas undangan dari Kantor Wakil Presiden pada 30 Agustus, yang ditujukan kepada seluruh aplikator transportasi daring.

Undangan meminta kehadiran perwakilan mitra pengemudi dari berbagai platform untuk berdialog langsung dengan Wapres Gibran.

“Pada hari Sabtu, kami dan aplikator lain dihubungi oleh Kantor Wakil Presiden untuk menghadirkan perwakilan mitra ojol dari seluruh aplikasi dalam dialog bersama Wapres,” ujar Ade Mulya dalam siaran pers, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (3/9).

Ade menegaskan tujuan utama pertemuan adalah mendengar aspirasi dan harapan para mitra ojol.

“Tujuannya adalah untuk mendengar langsung aspirasi dan harapan para mitra,” jelasnya.

GoTo memastikan hanya mengirimkan mitra aktif sebagai peserta forum resmi kebijakan pemerintah.

Penjelasan Soal Perwakilan yang Hadir

Salah satu peserta dialog yang menjadi sorotan publik adalah Mohamad Rahman Tohir, yang dikenal dengan nama Cang Rahman.

Ade Mulya menegaskan bahwa Cang Rahman merupakan mitra aktif Gojek sejak 2015.

“Peserta dialog yang ramai menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini adalah benar mitra aktif Gojek sejak 2015,” ungkap Ade Mulya.

Perusahaan memastikan bahwa perwakilan yang hadir adalah sosok yang terlibat dalam komunitas pengemudi dan dipercaya oleh rekan-rekannya.

Aspirasi yang Disampaikan Mitra Ojol

Dalam pertemuan, sejumlah aspirasi disampaikan oleh para mitra pengemudi, antara lain permohonan dukungan bagi keluarga mendiang Affan Kurniawan, solidaritas antar driver ojol, dan harapan agar situasi sosial dan keamanan tetap kondusif.

Baca Juga:  Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit Tanpa Beli Tiket

Ade menegaskan aspirasi ini datang murni dari para mitra sendiri tanpa intervensi pihak lain.

Respons Asosiasi Garda Indonesia

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyatakan dirinya tidak mengenali para peserta dialog.

Ia menyebut mereka bukan anggota Garda Indonesia dan tidak diketahui mewakili kelompok manapun.

“Iya (enggak kenal). Enggak ada yang mengetahui dari kelompok mana mereka mewakili siapa,” ucap Igun dalam keterangannya, Senin (1/9).

Ia menambahkan ada kecurigaan bahwa dialog ini sengaja menghadirkan individu yang memakai atribut ojol tapi bukan pengemudi sebenarnya.

Kekecewaan di Kalangan Pengemudi

Menurut Igun, beberapa pengemudi ojol merasa kecewa karena dialog menghadirkan pihak yang tidak dikenal dan tidak mewakili komunitas secara luas.

Ia mempertanyakan keabsahan identitas peserta dan menyinggung peristiwa tragis yang menimpa Affan Kurniawan.

“Apakah ini adalah sebuah rekayasa atau settingan untuk memanfaatkan kejadian tragedi meninggalnya Affan Kurniawan untuk mencari simpati,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending