Connect with us

Berita

HUT Depok, Wakil Walkot Minta Ucapan Karangan Bunga Diganti Pohon

Pemkot Depok mengimbau warga mengganti karangan bunga dengan bibit pohon pada HUT Kota Depok ke-27. Ini alasan dan tujuannya.

Logompn

Published

on

HUT Depok, Wakil Walkot Minta Ucapan Karangan Bunga Diganti Pohon
HUT Depok, Wakil Walkot Minta Ucapan Karangan Bunga Diganti Pohon. Gambar: Instagram/@bangsupians

Jawa Barat, MPN Indonesia 20 April 2026 - Kota Depok, Jawa Barat, akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 pada Senin (27/4).

Menjelang peringatan tersebut, Pemerintah Daerah Kota Depok melalui Wali Kota Supian Suri mengeluarkan kebijakan pemerintah berupa imbauan agar ucapan selamat tidak lagi dikirim dalam bentuk karangan bunga ke Balai Kota Depok, melainkan diganti dengan bibit tanaman atau pohon.

Imbauan ini tertuang dalam surat nomor 400.14.12/214/DLHK/2026 tentang imbauan ucapan selamat HUT ke-27 Kota Depok dan berlaku bagi berbagai kalangan di wilayah Depok.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan terdapat tiga jenis pohon yang direkomendasikan dalam imbauan tersebut.

“Adapun tiga jenis pohon yang direkomendasikan dalam imbauan tersebut adalah tabebuya, mahoni, dan kamboja bali,” ujar Supian dalam keterangannya, Jumat (17/4).

Ia menambahkan, pohon jenis lain tetap diperbolehkan selama memenuhi ketentuan ukuran yang telah ditetapkan.

“Pohon yang diberikan diharapkan memiliki tinggi minimal 2 meter atau diameter batang sekitar 10 cm,” ucapnya.

“Imbauan ini berlaku bagi berbagai kalangan, mulai instansi pemerintah, DPRD, camat dan lurah, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga Kota Depok,” tegas Supian.

Kebijakan pemerintah ini diterapkan agar perayaan HUT Depok tidak bersifat seremonial dan dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan di Depok, Jawa Barat.

Alasan dan Tujuan Kebijakan

Supian Suri menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap rangkaian kegiatan HUT Kota Depok pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan evaluasi tersebut, karangan bunga yang dikirimkan dari Forkopimda maupun kalangan swasta dinilai hanya terbuang dan berakhir menjadi sampah.

“Kita ganti, kita himbau dengan tanaman apakah itu tanaman buah-buahan atau tanaman tahunan,” ujar Supian, dikutip MPN Indonesia melalui dari akun Instagram @bangsupians pada Senin (20/4).

Baca Juga:  Mendiktisaintek: Ada 122 Program Studi Ditutup Sepanjang 2026

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menggerakkan program penghijauan di Depok, Jawa Barat, sekaligus mengurangi timbulan sampah dari perayaan tahunan tersebut.

Menurut Supian, pengiriman bibit tanaman atau pohon dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan Kota Depok.

Tanaman yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan oleh peserta upacara maupun warga yang datang ke Balai Kota Depok dan memiliki lahan untuk ditanami.

“Nanti buat peserta upacara atau warga masyarakat yang kebetulan datang ke Balai Kota, punya niat, punya halaman, punya ruang yang bisa ditanam, tinggal bawa tanaman yang disiapkan atau yang ada di balai kota dari kontribusi pihak-pihak yang memberikan ucapan selamat buat Kota Depok,” jelas Supian.

Selain mendukung gerakan penghijauan, Supian menyebutkan bahwa pemberian tanaman dan pohon juga dapat membantu mempercepat resapan air saat hujan.

Dengan demikian, kebijakan pemerintah ini memberi dampak langsung terhadap kondisi lingkungan di wilayah Depok, Jawa Barat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending