Connect with us

Berita

Jembatan Lingkar Segera Dibangun, MRT-LRT-KRL Bakal Terhubung di Dukuh Atas!

PT MRT Jakarta akan membangun jembatan pejalan kaki di Dukuh Atas untuk mengintegrasikan MRT, KRL, LRT, TransJakarta, dan KA Bandara.

Logompn

Published

on

Jembatan lingkar segera dibangun, mrt lrt krl bakal terhubung di dukuh atas!
Potret JPM Dukuh Atas. Gambar: Dok. PT ITJ.

MPN Indonesia 15 Januari 2026 - PT MRT Jakarta (Perseroda) akan membangun jembatan pejalan kaki berbentuk cincin donat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, guna menghubungkan berbagai moda transportasi umum seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Transjakarta, dan Kereta Bandara.

Proyek ini direncanakan memulai tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada pertengahan 2026.

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan mandat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan konektivitas antarmoda di kawasan transit tersibuk ibu kota.

“Dan kami punya mandat dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur untuk membangun pedestrian deck, di simpang Sudirman dan Dukuh Atas ini untuk menyatukan empat kuadran yang saat ini tidak tersambung,” ujar Tuhiyat kepada wartawan saat peresmian Tahilalats Station, Rabu (14/1).

Saat ini, proses desain dan uji tanah (soil test) tengah dipercepat untuk memastikan keamanan dan kesiapan struktur.

“Kami membangun satu pedestrian deck untuk publik untuk menyatukan empat kuadran yang saat ini tidak tersambung. InsyaAllah pertengahan tahun ini kita lakukan groundbreaking. Kami sudah berlangsung sekarang, desain kita percepat, kemudian soil test kita lakukan. Mudah-mudahan ini kita bisa lakukan di bulan Mei atau bulan enam kita lakukan groundbreaking,” kata Tuhiyat.

Integrasi Moda Transportasi di Dukuh Atas

Proyek jembatan lingkar ini bertujuan menyatukan empat kuadran utama di kawasan Dukuh Atas, yaitu sisi BNI, Landmark, UOB, dan Transport Hub yang selama ini belum terhubung langsung bagi pejalan kaki.

Bentuk jembatan dibuat melingkar sesuai dengan desain simetris kawasan, dengan lebar sekitar 12 meter.

Baca Juga:  Seperti Jual Beli Motor, Komdigi Rencanakan Beli HP Bekas Wajib Ada Balik Nama

Struktur tersebut akan terdiri dari jalur pejalan kaki dan pesepeda selebar tujuh meter, serta area komersial selebar lima meter.

Menurut Tuhiyat, selama ini mobilitas pejalan kaki antar-kuadran di kawasan tersebut masih terbatas.

“Jadi, ada kuadran di bagian sisi BNI, itu tidak akan bisa nyambung orang menyeberang ke Landmark, enggak bisa. Begitu pun dari sisi BNI mau ke Tanjung Karang, posisi di lobi, itu enggak bisa. Saat ini coba kami atasi dengan cara membangun satu pedestrian deck untuk publik,” katanya.

Kawasan Dukuh Atas dipilih karena merupakan simpul utama transportasi dengan setidaknya lima moda terintegrasi, yaitu MRT Jakarta, KRL Commuter Line (KCI), LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta.

Tuhiyat juga mengungkapkan adanya potensi tambahan moda transportasi lain yang akan menembus kawasan tersebut di masa depan.

“Salah satunya adalah Stasiun Dukuh Atas, Pak. Di Stasiun Dukuh Atas ini ada lima moda transportasi minimal, yaitu MRT itu sendiri, kemudian ada KCI, kemudian ada LRT Jabodebek yang dihubungkan dengan jembatan penyeberangan multiguna yang kami bangun. Kemudian, ada kereta bandara dan satu lagi TransJakarta. Konon infonya, jika terjadi ada satu LRT lagi, nanti akan menembus ke sini, ke arah Jakarta. Jadi, harusnya ada enam jika ini terjadi,” ungkapnya.

Dukungan Pemerintah dan Target 2027

Pembangunan jembatan pejalan kaki ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang dicanangkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa gagasan jembatan ini muncul usai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung kawasan Dukuh Atas dan menilai integrasi antarmoda masih belum optimal.

Sebagai solusi, PT MRT Jakarta ditugaskan membangun jalur integrasi fisik antarmoda (pedestrian deck).

Baca Juga:  Layanan PBI BPJS Tetap Aktif, Dibayar Pemerintah selama 3 Bulan ke Depan

Saat ini, trafik penumpang di kawasan Dukuh Atas mencapai 70.000 orang per hari.

Dari sisi pengguna MRT Jakarta sendiri, saat ini tercatat 127.000 pelanggan per hari atau 46,5 juta pelanggan per tahun.

Pemerintah menargetkan jembatan integrasi ini selesai dan berfungsi penuh pada 2027, guna mendukung kebijakan transportasi dan mobilitas berkelanjutan di Jakarta.

(AKM/NID/RAD)

Trending