Connect with us

Berita

JPO Tipar Cakung Tak Berfungsi, Besi Pembatas Banyak Dicuri

JPO di kawasan Tipar, Cakung, Jakarta Timur, dalam kondisi rusak parah dan tidak layak digunakan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 25t160204.640
Kondisi JPO di kawasan Tipar, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (25/4) | Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 25 April 2025 - Jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terletak di kawasan Tipar, Cakung, Jakarta Timur, saat ini dalam kondisi rusak parah dan tidak layak digunakan.

Infrastruktur yang semestinya memberikan jalur aman bagi pejalan kaki ini nyaris tak berfungsi akibat hilangnya banyak komponen penting, terutama besi pembatas.

Kondisi Fisik JPO Membahayakan

Hasil pantauan MPN Indonesia di lokasi pada Jumat (25/4) menunjukkan bahwa sebagian besar besi pembatas di sisi kanan dan kiri tangga bagian tengah JPO telah hilang.

Kehilangan elemen pengaman ini membuat penggunaan jembatan sangat berisiko, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Struktur besi yang tampak tak rata di titik-titik hilangnya pembatas memperkuat dugaan adanya aksi pencurian.

Cat pada struktur jembatan juga terlihat mengelupas dan beberapa anak tangga mulai menunjukkan tanda-tanda karat, menandakan tidak adanya perawatan berkala terhadap infrastruktur tersebut.

Hal ini mencerminkan lemahnya pengelolaan infrastruktur publik di wilayah Jakarta Timur, khususnya di daerah Cakung.

Masih Digunakan Warga

Seorang pedagang yang setiap hari berjualan di sekitar area tersebut, Mahdi, menyatakan bahwa meskipun kondisi JPO tidak aman, warga masih menggunakannya.

Menurutnya, keberadaan kendaraan besar yang sering melintas membuat warga enggan menyeberang melalui zebra cross yang tersedia.

“JPO ini kalau saya lihat masih digunakan warga. Banyak karyawan kalau pulang atau masuk kerja lewat jembatan itu meski kondisinya lumayan seram karena gak ada besi pembatasnya,” kata Mahdi kepada MPN Indonesia.

“Sekarang JPO ini sudah dipasang garis dilarang melintas, kemarin sih saya lihat belum ada,” imbuhnya.

Baca Juga:  Banjir Tak Kunjung Usai, Warga Kebon Pala Desak Relokasi ke Rusun Pasar Rumput

Minim Penerangan

Pencurian besi pembatas ini diduga dilakukan oleh pelaku yang memanfaatkan minimnya penerangan dan pengawasan di malam hari.

Para pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil bagian-bagian logam dari JPO yang kemudian dijual sebagai besi tua.

“Saya sih taunya kata orang besi pembatas JPO dimaling orang, tapi bisa jadi begitu karena pada besi pembatas terdapat potongan besi yang gak rata bentuknya,” kata Mahdi.

Harapan untuk Perbaikan Infrastruktur

Meskipun kondisi jembatan penyeberangan orang tersebut tidak layak dan penuh risiko, banyak pengguna tetap memilih untuk melewatinya karena tidak adanya alternatif aman.

Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya fungsi JPO sebagai sarana vital bagi masyarakat sekitar, khususnya pekerja pabrik yang bergantung pada akses ini setiap hari.

Warga sekitar berharap agar Pemerintah Provinsi Jakarta segera turun tangan dan melakukan inspeksi menyeluruh serta perbaikan terhadap JPO ini.

Keberadaan JPO yang aman dan layak digunakan tidak hanya mendukung keselamatan pengguna, tetapi juga menjadi bagian penting dari penataan lalu lintas.

(ARI/NID/RAD)

Trending