Connect with us

Berita

Kabar Baik! Pasangan Jemaah Haji yang Terpisah Kini Bisa Tinggal di Hotel yang Sama

Pasangan jemaah haji Indonesia yang terpisah akibat syarikah kini dapat tinggal bersama di hotel yang sama.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 19t151239.788
Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi | Gambar: Kemenag

MPN Indonesia 19 Mei 2025 - Pasangan jemaah haji Indonesia yang sebelumnya terpisah akibat sistem layanan berbasis syarikah kini dapat tinggal di hotel yang sama selama pelaksanaan haji 2025.

Keputusan ini dihasilkan melalui kesepakatan antara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta penyedia layanan Syarikah.

Ketua PPIH Minta Maaf

Langkah ini diumumkan oleh Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, dalam konferensi pers yang digelar di Makkah pada Minggu (18/5).

Muchlis menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami jemaah akibat kebijakan layanan berbasis syarikah.

Ia menyatakan bahwa PPIH telah melakukan komunikasi intensif dan berkelanjutan dengan pihak Saudi dan Syarikah hingga tercapai kesepakatan penggabungan pasangan yang terpisah, meski berasal dari syarikah yang berbeda.

“Dengan komunikasi yang intensif dan terus menerus antara kami, Kementerian Haji Arab Saudi, dan Syarikah selaku penyedia layanan, akhirnya menyepakati satu kesimpulan, yaitu jemaah yang terpisah dari pasangannya bisa digabungkan kembali dalam satu hotel, walaupun syarikahnya berbeda-beda,” jelas Muchlis, dikutip MPN Indonesia dari laman Kemenag.

Proses Penggabungan Jemaah yang Terpisah

Menurut Muchlis, kesepakatan ini telah melibatkan komitmen lintas syarikah untuk menata ulang penempatan jemaah.

Mereka menyetujui prinsip kemanusiaan dan kepedulian sebagai dasar utama penggabungan, demi menjaga kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah haji.

Sebagai tindak lanjut, PPIH meminta Ketua Kloter untuk segera mendata pasangan yang terpisah beserta jenis syarikahnya dalam waktu 1×24 jam sejak kedatangan di Makkah.

Sementara itu, jemaah yang sudah bersama pasangannya tetapi belum melapor, diminta segera menyampaikan laporan kepada Ketua Kloter.

Baca Juga:  Semua Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Suci

“Sedangkan bagi jemaah yang sudah bersama pasangan namun belum melapor, kami minta untuk melaporkannya segera ke Ketua Kloter untuk kelancaran pergerakan jemaah saat puncak haji, yaitu Armuzna,” ucap Muchlis.

Sampaikan Apresiasi ke Arab Saudi

Selain itu, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah telah diminta untuk menunjuk penanggung jawab khusus guna menangani proses penggabungan ini secara sistematis.

Hal ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan penggabungan dan memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal dalam proses ini.

“Penggabungan ini adalah atas dasar kemanusiaan dan kepedulian kita bersama, baik PPIH Arab Saudi, Syarikah, dan Kementerian Haji Arab Saudi,” kata Muchlis.

Muchlis juga mengapresiasi langkah Kerajaan Arab Saudi yang telah memenuhi permintaan Indonesia untuk menggabungkan kembali pasangan jemaah haji yang terpisah.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah Arab Saudi yang sudah memperhatikan kenyamanan bagi jemaah haji Indonesia sebagai jemaah haji terbanyak di dunia. Kami akan bekerja terus guna menyempurnakan layanan kepada jemaah haji,” tandasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending