Connect with us

Berita

KAI akan Bangun Tugu untuk Kenang Korban Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

KAI menyiapkan tugu peringatan bagi korban kecelakaan KA di Bekasi Timur dan akan menutup pelintasan berisiko untuk mencegah kejadian serupa.

Logompn

Published

on

KAI akan Bangun Tugu untuk Kenang Korban Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
KAI akan Bangun Tugu untuk Kenang Korban Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Gambar: X/@keretaapikita

MPN Indonesia 6 Mei 2026 - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun tugu peringatan untuk mengenang korban kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Rencana pembangunan tugu tersebut disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin saat meninjau lokasi kejadian pada Senin (4/5).

Pembangunan tugu dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa kepada 16 korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

“Kemudian tadi juga kami mau bikin tugu di sini ya. Tolong didukung ya,” ujar Bobby saat ditemui di lokasi, Senin (4/5).

Kronologi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

Insiden kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A terjadi di jalur 2 Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa ini bermula ketika sebuah taksi tertabrak KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di jalur 1.

Akibat insiden tersebut, KRL yang berada di jalur 2 dari arah Jakarta menuju Cikarang kemudian berhenti.

Beberapa menit setelah itu, KA Argo Bromo Anggrek datang di jalur yang sama dan menabrak gerbong perempuan karena tidak sempat berhenti sepenuhnya.

Insiden tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Pendampingan Korban dan Perawatan

Bobby Rasyidin menyatakan bahwa KAI memberikan pendampingan penuh kepada seluruh korban kecelakaan kereta, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.

“Ini adalah bagian rasa dari belasungkawa kami dan duka cita. Tentunya kehilangan yang besar ini, kami ingin menjadi bagian dari keluarga para korban yang telah wafat ya,” kata dia.

Baca Juga:  Momen Pesawat Latih RAF Jatuh dan Meledak di Wales, Pilot Berhasil Selamatkan Diri

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan mengurus seluruh hak korban.

“Kami menghantarkan sampai ke liang kubur dan tentunya kami mengurusi semua hak-hak dari korban,” kata dia.

“Untuk korban yang luka-luka, kami juga melakukan pendampingan full. Ada 24 jam staf kami di rumah sakit,” tambahnya.

Selain itu, jajaran PT KAI memastikan akan menjaga dan merawat bunga-bunga kiriman masyarakat yang memenuhi area Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

“Kalau bisa tahan selama mungkin. Tadi minta disiram, ya kami siram,” ungkap dia.

Langkah Pencegahan dan Evaluasi Keselamatan

Sebagai tindak lanjut atas kecelakaan tersebut, KAI menyatakan akan meningkatkan aspek keselamatan perjalanan kereta api.

Bobby menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan.

“Dan kami tentunya akan memberikan layanan yang lebih baik, dan aman ke depannya,” ujar Bobby.

Dalam upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, PT KAI tengah mengidentifikasi pelintasan sebidang yang berisiko tinggi untuk segera ditutup.

Bobby menyampaikan terdapat lebih dari 200 pelintasan yang masuk dalam evaluasi.

“Ada lebih dari 200 pelintasan yang akan segera kami tutup. Dan kami sudah kategorisasikan 235 lokasi akan kami lakukan penutupan secepatnya,” kata Bobby.

Rencana pembangunan tugu di Stasiun Bekasi Timur menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam mengenang korban kecelakaan kereta.

(AKM/NID/RAD)

Trending