Connect with us

Berita

Kecewa dengan Satpol PP, Bupati Aceh Timur: Tidak Satu Pun Inisiatif Datang Mengangkut Bantuan

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, mengungkap kekecewaannya terhadap Satpol PP yang dinilai tidak sigap membawa truk bantuan pada tiga hari pertama banjir bandang dan longsor.

Logompn

Published

on

Kecewa dengan satpol pp, bupati aceh timur tidak satu pun inisiatif datang mengangkut bantuan
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky. Gambar : Dok. Humas Kabupaten Aceh Timur

MPN Indonesia 4 Desember 2025 - Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, menyampaikan kekecewaannya terhadap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh Timur.

Dalam apel bersama aparatur sipil negara (ASN) di Idi pada Selasa (2/12), Iskandar mengatakan bahwa selama tiga hari pertama bencana alam, tidak ada satu pun personel Satpol PP yang membawa truk ke posko utama bantuan di Idi.

“Untuk Satpol PP, saya kecewa. Saya tidak bisa terhubung dengan kepala Satpol PP, karena sinyal hilang. Saya kecewa sekali, tidak satu pun inisiatif datang bawa truk. Kita butuh truk untuk mengangkut bantuan,” ujar Iskandar dalam apel tersebut.

Kehadiran Satpol PP di posko baru terlihat pada hari keempat dan kelima.

Menurut Iskandar, keberadaan truk sangat penting untuk distribusi bantuan kepada masyarakat.

“Kalau sopir Satpol PP tidak mau bawa truk, tidak apa. Serahkan ke kami truknya, saya bawa sendiri, atau TNI/Polri atau relawan lain yang membantu menjadi sopir,” katanya.

Penyaluran Bantuan dan Tantangan Akses

Banjir bandang dan longsor yang terjadi sebelumnya telah merendam 18 kabupaten/kota di Aceh dan menimbulkan ratusan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Hingga kini, sebagian wilayah Aceh Timur masih sulit dijangkau akibat putusnya akses darat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tetap berupaya menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak, termasuk empat kecamatan yang terisolasi, yaitu Serbajadi, Peunarun, Simpang Jernih, dan Pante Bidari.

Distribusi dilakukan dengan membagi tim menjadi empat kelompok yang fokus mengirim kebutuhan pokok, air bersih, dan obat-obatan.

Dalam proses ini, Bupati Iskandar menyebut timnya harus menembus jalur yang terputus dan sempat terjebak hampir dua jam.

Baca Juga:  Empat Bandara Masih Ditutup Hari Ini 7 September 2026 imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

“Kami menerobos dua kecamatan, yaitu Peunaron dan Serbajadi, karena menjadi daerah paling parah terdampak banjir bandang,” jelasnya.

Longsoran tanah menutup jalan utama dan beberapa jembatan rusak tersapu arus sungai, membuat tim harus berjuang ekstra.

Bantuan Melalui Jalur Laut

Selain jalur darat, bantuan juga dikirim melalui jalur laut. Dua kapal besar milik Kementerian Perhubungan RI, KN SAR Purworejo 101 dan KN Antares, diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, membawa makanan, obat-obatan, pakaian, tenda, alat komunikasi, dan genset.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, memantau langsung proses pemuatan logistik.

“Kami memastikan bantuan ini segera sampai ke tangan masyarakat terdampak. Logistik yang dibawa ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak di Banda Aceh,” ucapnya.

Bantuan untuk Aceh Timur juga disalurkan melalui Pelabuhan Kuala Idi menggunakan kapal nelayan, dengan pengamanan dari TNI AL dan Korps Kepolisian Perairan dan Udara.

Iskandar menginstruksikan seluruh camat untuk segera menerobos lokasi banjir dan menyalurkan bantuan yang tersedia.

“Saat ini beras ada, kita salurkan. Jangan sampai ada rakyat yang masih kelaparan,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending