Berita
Kepala BMKG Ungkap Penyebab Banjir Sumatra: Curah Hujan Ekstrem dan Tanah Tak Mampu Tampung Air
BMKG mengungkap penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra pada akhir November 2025.
MPN Indonesia 2 Desember 2025 - Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada Selasa (25/11) hingga Kamis (27/11).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa bencana alam tersebut dipicu fenomena siklon tropis yang melintas di sekitar Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Curah Hujan Ekstrem Selama Tiga Hari
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa intensitas hujan dalam tiga hari tersebut mencapai level ekstrem hingga melebihi rata-rata bulanan.
“Tertangkap curah hujan pada 25 November, 26 November, hingga 27 November itu sampai hitam warnanya, itu sangat ekstrem,” ujar Faisal dalam rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/12), dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (2/12).
Curah hujan harian tertinggi mencapai 411 mm di Kabupaten Bireuen, Aceh. Angka ini melampaui rata-rata bulanan wilayah tersebut.
“Bahkan tertinggi ada yang 411 mm per hari di Kabupaten Bireuen. Ini bahkan lebih tinggi dari hujan bulanan di sana, mungkin 1,5 bulan ya. Jadi ini tumpah dalam satu hari dan bayangkan itu terjadi selama tiga hari,” jelasnya.
Dampak Hujan Ekstrem terhadap Tanah dan Lingkungan
Akumulasi hujan dalam jumlah besar membuat tanah di wilayah terdampak kehilangan kemampuan menyerap air secara optimal.
Kondisi itu memicu bencana hidrometeorologi dalam skala luas. Faisal menegaskan bahwa struktur lahan tidak mampu menahan curah hujan sebesar itu dalam waktu singkat.
“Nah ini yang menyebabkan bencana hidrometeorologi memang sangat masif terjadi karena tanah kemudian tidak mampu atau lahan tidak mampu dalam menahan tumpahan air hujan yang demikian banyak hingga terjadilah banjir bandang, longsor, dan banjir ya,” ungkapnya.
Koordinasi dan Antisipasi Siklon Tropis
Dalam rapat koordinasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), BMKG bersama BNPB, Basarnas, dan Kemendagri mendapatkan arahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat siklon tropis.
Fokus antisipasi diperluas agar tidak hanya mencakup bencana hidrometeorologi.
“Sehingga tadi dalam rakor di Kemendagri, kami bersama Kepala BNPB dan Basarnas itu mendapat arahan ya Pak ya, bahwa sudah saatnya Indonesia juga bersiaga terhadap bencana siklon tropis, tidak hanya bencana-bencana hidrometeorologi yang selama ini kita kenal,” tambah Faisal.
Korban Jiwa dan Orang Hilang
Bencana banjir dan tanah longsor tersebut menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Data BNPB per Minggu (30/11) mencatat sebanyak 442 orang meninggal dunia dan 402 orang dilaporkan hilang.
Jumlah ini masih dapat berubah seiring proses pencarian dan penanganan yang terus dilakukan tim gabungan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
