Connect with us

Berita

Ditemukan Tanpa Busana, Gadis di Sorong Dianiaya Oknum TNI AL Usai Lakukan Seks Oral di Mobil

Anggota TNI AL berpangkat kelasi ditangkap atas dugaan pembunuhan wanita 20 tahun di Pantai Saoka, Sorong. Korban ditemukan dengan 27 luka tusukan.

Actress 1299250

Published

on

Ditemukan Tanpa Busana, Gadis di Sorong Dianiaya Oknum TNI AL Usai Lakukan Seks Oral di Mobil
Ditemukan Tanpa Busana, Gadis di Sorong Dianiaya Oknum TNI AL Usai Lakukan Seks Oral di Mobil. Gambar: Detik/Paulus

MPN Indonesia 18 Januari 2025 - Seorang anggota TNI AL berpangkat kelasi berinisial ASWP (23) ditangkap atas dugaan pembunuhan terhadap wanita berinisial KIYL (20) di Pantai Saoka, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu (12/1).

Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan luka tusukan di tubuhnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat pelaku dan korban bertemu di salah satu tempat hiburan malam di Kota Sorong pada Minggu dini hari (12/1).

Menurut Kasilitkrim PM-AL Lantamal XIV/Sorong, Mayor (PM) Anton Sugiharto, pertemuan terjadi sekitar pukul 01.00 WIT.

Keduanya kemudian keluar menggunakan mobil Innova hitam sekitar pukul 04.30 WIT dan melanjutkan pesta minuman keras di Tembok Berlin bersama beberapa rekan lainnya.

“Jadi korban dan terduga pelaku masuk ke tempat hiburan malam (THM) dengan jam yang berbeda. Pelaku masuk ke THM pada pukul 23.00 WIT malam minggu (Sabtu, 11/1/2025). Sementara korban (Keysa) bersama teman-temannya masuk pada jam 01.00 WIT, minggu dini hari. Pelaku dan korban awal bertemu di THM,” kata Anton di Mako Pomal, Rabu (15/1).

Saksi berinisial S, yang merupakan teman korban, sempat mengajak korban untuk pulang.

Namun, korban menolak dengan alasan akan diantar oleh pelaku.

Setelah meninggalkan Tembok Berlin, korban dan pelaku melanjutkan perjalanan dalam kondisi dipengaruhi alkohol.

Dalam perjalanan, keduanya menuju sebuah hotel dengan rencana untuk menginap.

Namun, rencana tersebut batal, dan mereka akhirnya menuju Pantai Saoka.

“Kemudian mereka lanjut ke Pantai Saoka dalam keadaan dipengaruhi minuman keras. Pelaku dan korban sempat berhubungan badan,” kata Anton.

Penyebab Penganiayaan

Menurut keterangan Anton Sugiharto, di Pantai Saoka, korban dan pelaku terlibat aktivitas seksual, termasuk seks oral.

Baca Juga:  Divonis 4,5 Tahun Penjara, Tom Lembong Disebut Hakim Tak Nikmati Uang Korupsi

Namun, di tengah aktivitas tersebut, korban menghentikan tindakan pelaku, yang membuatnya marah.

Emosi pelaku memuncak hingga menggunakan sangkur untuk menikam korban berkali-kali.

“Korban menghentikan aktivitasnya dengan pelaku, lalu dengan penuh emosi, pelaku menusuk korban menggunakan sangkur,” ujar Anton.

Setelah memastikan korban meninggal, pelaku meninggalkan jenazah di lokasi kejadian dan kembali ke markasnya di Sorong.

Kondisi Korban

Jenazah KIYL ditemukan pada Minggu pagi (12/1) sekitar pukul 09.45 WIT oleh warga setempat.

Korban mengalami luka parah dengan total 27 luka tusukan, termasuk satu luka di dada dan mayoritas di bagian punggung, seperti dijelaskan oleh ibunda korban berdasarkan laporan medis.

Kapolsek Sorong Barat, AKP Andi Yaqin, menegaskan bahwa kasus ini melibatkan dugaan penganiayaan berat sebelum korban akhirnya tewas.

Proses Penyidikan

Pihak kepolisian dan Polisi Militer Angkatan Laut (PMAL) Lantamal XIV Sorong terus melakukan penyelidikan.

Hingga Kamis (16/1), sangkur yang digunakan pelaku masih dalam pencarian.

Kasatreskrim Polresta Sorong Kota, AKP Arifal Utama, menyatakan bahwa barang bukti lainnya, seperti rekaman CCTV, sarung sangkur, mobil Innova, dan pakaian korban, sudah diamankan.

“Proses pelimpahan kasus ini masih terhambat karena belum ditemukannya barang bukti utama berupa sangkur,” jelas Arifal.

Pihak PMAL berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini setelah semua barang bukti terkumpul.

Kronologi kejadian, mulai dari pertemuan hingga pembunuhan, telah dirilis, namun motif penuh dan detil lain masih dalam investigasi.

Trending