Connect with us

Kriminal

Kronologi Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya Pacar selama Tiga Tahun

Seorang perempuan asal Bandung diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh pacarnya selama tiga tahun.

Logompn

Published

on

Kronologi Wanita di Bandung Disekap Pacar selama Tiga Tahun
Ilustrasi penyekapan. Gambar: Ilustrasi Canva

Jawa Barat, MPN Indonesia 21 Juni 2026 - Seorang perempuan berinisial YTT (29) asal Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh pacarnya berinisial TH selama kurang lebih tiga tahun di sebuah indekos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Awal Mula Kasus Terungkap

Kasus ini terungkap setelah korban ditemukan dalam kondisi luka berat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Korban sebelumnya dinyatakan hilang oleh keluarga sejak 2023 setelah menjalin hubungan dengan pelaku yang dikenalnya di sebuah konser musik di kawasan Tritan Point, Bandung.

Keluarga menyebut sejak menjalin hubungan dengan pacar tersebut, korban tiba-tiba kehilangan kontak dan tidak pernah kembali ke rumahnya di Kompleks Permata Hijau, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengungkapkan perubahan tersebut terjadi setelah pelaku sempat berkunjung ke rumah keluarga.

“Semenjak saat itu langsung lost contact (putus kontak) saja sama Teteh. Padahal sebelum pacaran, biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini, soalnya Teteh kerja di Nabati Pasteur dan mengekos di daerah sana,” ujarnya dalam keterangannya pada Jumat (19/6).

Selama korban hilang, keluarga sempat menerima pesan yang menginformasikan bahwa korban berada di Jakarta.

Namun, setelah melakukan pencarian hingga mengunggah informasi ke media sosial, keluarga justru menerima ancaman dari pihak tidak dikenal.

Keberadaan korban akhirnya diketahui setelah keluarga menerima informasi melalui telepon bahwa korban berada di IGD RSHS Bandung dalam kondisi luka berat yang awalnya disebut akibat kecelakaan.

Kondisi Korban

Kondisi korban saat ditemukan menunjukkan adanya dugaan kuat penganiayaan berat.

Baca Juga:  Ungkap Fakta Baru, Kimberly Ryder Ngaku Pernah Disekap Edward Akbar Usai Dijatuhi Talak

Tim medis menemukan luka serius di bagian kepala, wajah, dan tubuh, termasuk bekas sundutan rokok yang telah mengering.

Dokter juga melakukan tindakan operasi pada kepala korban untuk membersihkan gumpalan nanah yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Kakak korban, Melanie Silviani, menjelaskan kondisi medis korban masih dalam tahap penanganan intensif.

“Baru dibersihkan luka-luka yang infeksi di bagian kepala dan wajah, soalnya di kepalanya masih ada cairan nanah,” ujarnya.

“Nunggu itu keluar dulu semua, baru operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang hancur,” sambungnya.

Dalam perkembangan kondisi korban, keluarga menyebut korban mulai dapat berkomunikasi meski belum jelas.

“Bisa cuma belum jelas,” kata Melanie.

Ia juga mengungkapkan kalimat pertama yang diucapkan korban setelah sadar.

“Pertama yang diucapin minta maaf,” imbuhnya.

Dugaan penganiayaan semakin kuat setelah korban memberikan keterangan kepada keluarga dan tenaga medis.

Awalnya korban sempat menutupi penyebab luka yang dialaminya.

“Pas ditanya dokter lukanya kenapa, dia malah nangis dan bilang kalau dia jatuh dari kamar mandi. Lalu kelamaan dia bilang kalau dia disiksa,” ungkap Melanie.

Laporan Polisi

Polda Jawa Barat menerima laporan kasus kriminal ini pada Jumat (12/6). Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes, Hendra Rochmawan membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi luka berat setelah keluarga mendapat informasi melalui pesan WhatsApp.

“Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, dan luka ringan di bagian tangan,” kata Hendra pada Selasa (16/6).

Ia juga menyebut korban sebelumnya tidak diketahui keberadaannya selama tiga tahun.

“Sebelumnya korban menghilang, tidak ada kabar dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih 3 tahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Sejumlah Wanita Ngaku Diduga jadi Korban TH sebelum Kasus Penyekapan di Bandung Terungkap

Polisi menduga selama periode tersebut korban mengalami penganiayaan berulang menggunakan berbagai cara.

“Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang,” jelasnya.

Akibat penganiayaan tersebut, kondisi fisik korban mengalami penurunan signifikan, antara lain gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, bibir mengalami kerusakan, serta tidak dapat berjalan secara normal.

Pelaku Diduga Bekerja sebagai Penagih Utang

Polisi diketahui telah mendatangi lokasi indekos di Cileunyi dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak yang sempat mengantar korban ke rumah sakit sebelum dirujuk ke RSHS.

Pelaku yang diketahui bekerja sebagai penagih utang di kawasan Tritan Point hingga kini masih dalam pencarian.

Keluarga korban menegaskan agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Dari pihak keluarga inginnya usut tuntas, sampai dapatlah pelakunya. Takutnya ada korban selanjutnya. Hukum seberat-beratnya,” ujar Syahrul.

(AKM/NID/RAD)

Trending