Connect with us

Berita

Pengacara Dianiaya Debt Collector di Rumah Makan Surabaya, Dada Diinjak dan Kepala Kena Pukul

Pengacara senior Tjetjep Muhammad Yasin alias Gus Yasin jadi korban pengeroyokan oleh belasan debt collector di Surabaya. Polisi intensif selidiki kasus ini.

Actress 1299250

Published

on

Pengacara Dianiaya Debt Collector di Rumah Makan Surabaya, Dada Diinjak dan Kepala Kena Pukul
Pengacara Dianiaya Debt Collector di Rumah Makan Surabaya, Dada Diinjak dan Kepala Kena Pukul. Gambar: TvOne

MPN Indonesia 18 Januari 2025 - Setelah seorang pengacara senior, Tjetjep Muhammad Yasin atau akrab disapa Gus Yasin, menjadi korban penganiayaan oleh belasan debt collector.

Insiden penganiayaan ini terjadi di sebuah rumah makan di kawasan Kebraon, Karang Pilang, Surabaya, pada Senin malam (13/1).

Kejadian bermula saat Gus Yasin, yang kebetulan berada di rumah makan tersebut, melihat kedatangan belasan pria yang diduga sebagai debt collector.

Mereka datang dengan maksud menagih utang kepada pemilik rumah makan, tetapi situasi memanas hingga terjadi adu mulut antara kedua pihak.

Dalam upaya meredakan ketegangan, Gus Yasin mencoba menengahi situasi dengan memperkenalkan dirinya sebagai seorang pengacara.

Ia berharap dapat mendamaikan kedua pihak melalui diskusi dengan kepala dingin.

Namun, upaya damainya tidak dihargai oleh para debt collector.

Penganiayaan terhadap Korban

Bukannya mereda, situasi justru berubah semakin buruk. Gus Yasin malah menjadi sasaran kekerasan.

Para debt collector menyerang korban dengan brutal. Mereka memukul kepala, menendang perut, dan menginjak dada Gus Yasin tanpa henti, meskipun korban berusaha melawan.

Gus Yasin menggambarkan serangan itu sebagai tindakan yang tidak manusiawi.

“Mereka benar-benar tidak punya rasa kemanusiaan,” ujarnya.

Meskipun beberapa petugas dari Polsek Karang Pilang serta warga sekitar berusaha menghentikan pengeroyokan tersebut, aksi kekerasan tetap berlangsung hingga korban terluka parah.

Investigasi Kepolisian

Setelah insiden ini, Gus Yasin segera melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Ia juga menjalani visum dan perawatan medis di rumah sakit akibat luka-lukanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Aris Purwanto, memastikan bahwa pihaknya telah memulai proses penyelidikan secara intensif.

“Penyelidikan sudah kami lakukan. Kami memeriksa 5 sampai 6 saksi dan segera kami tindaklanjuti untuk pelakunya,” ujar AKBP Aris saat dikonfirmasi pada Jumat (17/1).

Baca Juga:  Eks CEO eFishery Gibran Huzaifah Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Dana Rp15 Miliar

Trending