Connect with us

Berita

Perempuan Disabilitas di Bandung Diperkosa 9 Orang hingga Kini Hamil 6 Bulan

Seorang perempuan disabilitas di Bandung menjadi korban pemerkosaan dan pemerasan oleh sejumlah pria. Kini, ia hamil 6,5 bulan.

Arthur

Published

on

Perempuan Disabilitas di Bandung Diperkosa 9 Orang hingga Kini Hamil 6 Bulan
Perempuan Disabilitas di Bandung Diperkosa 9 Orang hingga Kini Hamil 6 Bulan. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Januari 2025 - Seorang perempuan penyandang disabilitas di Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, menjadi korban pemerkosaan oleh sejumlah pria.

Perempuan berusia 23 tahun tersebut kini tengah mengandung selama 6,5 bulan akibat kejadian tersebut.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian pada akhir Desember 2024 dan sedang dalam proses penyelidikan.

Korban, yang memiliki keterbatasan tuli dan bisu, pertama kali mengenal salah satu pelaku saat bekerja di sebuah warung makan di kawasan wisata Bandung.

Menurut JU, kakak korban, pelaku pertama kali bertukar kontak dengan korban, yang kemudian menyebar kepada delapan pelaku lainnya.

JU menjelaskan bahwa keluarga mengetahui kondisi kehamilan korban dari pemilik warung tempat korban bekerja.

“Iya betul (hamil) 6,5 bulan sekarang. Kan jadi enggak bisa dengar, enggak ngomong adik saya,” ujar JU kepada wartawan pada Jumat (3/1).

Informasi terkait kehamilan korban diperoleh akhir Desember 2024.

Pemerasan terhadap Korban

Selain menjadi korban kejahatan seksual, korban juga diduga mengalami pemerasan.

Para pelaku kerap meminta uang dari korban.

Menurut JU, korban tidak menyadari dampak dari tindakan yang menimpanya karena keterbatasan mental.

Meski menanggung beban psikis berat, korban tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.

“Adik saya juga uangnya diperas atau dimintakan terus. Polos banget jadi, tapi karena kekurangan (mental) mungkin ya, jadi nggak tahu (ketika hamil juga),” ujarnya.

Laporan Kepolisian dan Penyelidikan

Kasus pemerkosaan ini dilaporkan ke kepolisian pada tanggal 30 Desember 2024, dengan nomor laporan LP/B/580/XII/2024/SPKT/POLDA JAWA BARAT.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Julest Abraham Abast, mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat.

Baca Juga:  Otoritas Korsel Tangkap WNI yang Selundupkan 68 Gram Sabu dalam Kemasan Teh Tradisional

“Saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh penyidik Ditreskrimum. Secepatnya kita akan berusaha mengungkap pelakunya. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak kedokteran untuk melakukan pemeriksaan VER [visum et refertum],” jelasnya.

Upaya Pengungkapan Kasus

Pihak kepolisian menyatakan komitmennya untuk segera mengungkap identitas dan menangkap para pelaku.

Proses visum terhadap korban dilakukan guna melengkapi bukti dan mempercepat penyelidikan.

Kasus ini mendapat perhatian serius mengingat kondisi korban sebagai penyandang disabilitas, serta dampak psikologis dan fisik yang dialaminya.

Trending