Kriminal
Preman Di Tangsel Ancam Guru dan Anak TK dengan Pisau
Dua preman mengamuk dan mengancam guru serta anak TK di Pamulang, Tangerang Selatan. Salah satu pelaku bahkan mengacungkan pisau.
MPN Indonesia 16 Februari 2025 - Dua pria yang diduga preman mengamuk dan mengancam seorang guru serta anak-anak taman kanak-kanak (TK) di kawasan Permata Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (14/2) sore.
Insiden ini terjadi saat para guru dan murid tengah berlatih marching band.
Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, kedua pelaku tampak memiliki ciri fisik yang berbeda.
Salah satu dari mereka mengenakan kaos lengan panjang hijau dan celana loreng oranye yang menyerupai seragam organisasi masyarakat (ormas).
Sementara pria lainnya, yang lebih tua, terlihat memakai kaos biru, celana pendek, dan topi terbalik.
Salah satu preman bahkan membawa pisau dan mengacungkannya ke arah seorang pria yang diketahui sebagai guru pendamping anak TK.
Pemalakan Berujung Pengancaman
Korban dalam kejadian ini adalah Braja Dirgantara (20), seorang guru pendamping di TK Little Be House.
Braja mengungkapkan bahwa insiden ini bermula ketika kedua preman tersebut meminta uang sebesar Rp20.000 sebagai “uang koordinasi.”
“Dia bilang ‘kalau ada acara-acara ginian, minta uang’ katanya dia minta uang Rp 20.000 katanya buat uang rokok,” kata Braja.
Namun, dalam keterangan lain yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa mereka meminta uang hingga Rp300.000.
Karena permintaan tersebut ditolak oleh pihak guru, kedua preman mulai menunjukkan agresi.
Mereka tidak hanya berteriak dan mengancam guru serta anak-anak TK, tetapi juga merusak alat marching band yang sedang digunakan dalam latihan.
Dalam video yang beredar, salah satu preman terdengar berteriak, “Lu pada jagoan? Hah?” kepada para guru dan anak-anak yang ketakutan.
Ancaman dengan Senjata Tajam di Depan Anak TK
Aksi premanisme ini menyebabkan kepanikan di antara anak-anak TK yang berada di lokasi.
Beberapa dari mereka terdengar menjerit ketakutan saat salah satu preman mengacungkan pisau dan mengancam guru yang ada di sana.
Bahkan, dalam video tersebut, seorang pelaku tampak menampar seseorang dan terus berteriak dengan nada mengintimidasi.
Selain melakukan pengancaman, kedua pelaku juga memaksa agar latihan marching band dihentikan.
Mereka berulang kali mengeluarkan ancaman terhadap guru dan anak-anak yang berada di lokasi.
Pihak Kepolisian Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, membenarkan bahwa kejadian ini merupakan aksi premanisme yang terjadi di hadapan anak-anak TK yang sedang berlatih.
“Iya memang terjadi aksi premanisme yang dilakukan terhadap anak-anak TK yang sedang bermain marching band. Para anak TK itu merasa terancam dari aksi premanisme itu,” kata Dhady.
Dhady menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus kriminal ini.
“Kami sedang menyelidiki kejadian ini. Belum diketahui apakah pelaku dalam keadaan mabuk atau tidak. Anggota kami masih di lapangan untuk mengumpulkan informasi,” ujar Dhady.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
