Kriminal
Tak Terima Ditegur Merokok, Penunggu Pasien Diduga Keroyok Satpam di Rumah Sakit Kulon Progo
Seorang satpam RSU PKU Muhammadiyah Nanggulan, Kulon Progo, diduga dikeroyok setelah menegur penunggu pasien yang merokok di depan UGD.
MPN Indonesia 7 Februari 2026 - Seorang satpam Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Nanggulan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami dugaan pengeroyokan pada Senin malam (2/2).
Peristiwa terjadi setelah satpam berinisial MFM (19), warga Kabupaten Sleman, menegur sejumlah penunggu pasien yang merokok di depan pintu Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit tersebut.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut yang dilaporkan oleh korban kepada pihak kepolisian pada Rabu (4/2).
“Telah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dilaporkan oleh korban MFM, laki-laki warga sleman. Waktu kejadian pada Senin malam,” kata Sarjoko, kepada wartawan pada Kamis, (5/2).
Insiden bermula saat MFM yang sedang bertugas menegur sejumlah orang yang merokok di area UGD.
Teguran itu kemudian memicu cekcok dan berlanjut pada kekerasan fisik yang menyebabkan korban mengalami luka memar dan nyeri di bagian wajah.
Kronologi Kejadian di Rumah Sakit
Menurut keterangan dari polisi, kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB, saat rumah sakit menerima seorang pasien terluka yang diantar oleh beberapa rekannya.
Sambil menunggu pasien, sejumlah pengantar tersebut berbicara dengan nada keras dan sempat ditegur perawat agar berpindah ke luar ruangan.
“Pada saat menunggu pasien, beberapa rekan pasien berbicara dengan nada keras dan ditegur oleh perawat, kemudian mereka pindah di depan pintu UGD,” jelas Sarjoko.
Di sana, beberapa dari mereka terlihat merokok. Melihat hal itu, MFM mendekati dan memberikan teguran agar merokok di tempat parkir.
Namun, salah satu dari rombongan tersebut justru mengajak MFM ke area parkir, yang memicu terjadinya adu mulut.
Dalam situasi tersebut, MFM mendapat tandukan kepala dari salah satu pelaku yang mengenai bagian wajah dan menyebabkan luka pada bibir bawah. Setelah kejadian itu, situasi sempat mereda.
Sekitar pukul 22.40 WIB, pelaku kembali datang bersama beberapa orang dan memanggil MFM ke area parkiran dengan dalih ingin menyelesaikan permasalahan.
“Dengan alasan untuk menyelesaikan masalah di depan UGD. Namun, saat pelapor tiba di parkiran, pelapor diminta masuk ke dalam mobil. Karena pelapor tidak mau, terjadi cekcok,” jelas Sarjoko.
Cekcok berlanjut menjadi aksi kekerasan, di mana MFM dipukul oleh beberapa orang di bagian wajah, sehingga mengakibatkan luka memar dan rasa nyeri.
Tindak Lanjut dan Penyelidikan Polisi
Setelah kejadian tersebut, korban melaporkan kasus dugaan penganiayaan ke Polres Kulon Progo pada sore hari, Rabu (4/2).
Polisi telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan mencari barang bukti untuk mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam kasus kriminal ini.
Sarjoko juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan kejadian ini untuk segera memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
“Bila ada perkembangan selanjutnya, akan kami sampaikan,” tutupnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
