Connect with us

Kriminal

Tak Terima Tanamannya Dirusak Bulldozer, 5 Petani Diduga Ditembak Oknum Keamanan Perusahaan Sawit

Lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, mengalami luka tembak setelah diduga ditembak oknum keamanan perusahaan sawit.

Logompn

Published

on

Tak terima tanamannya dirusak bulldozer, 5 petani diduga ditembak oknum keamanan perusahaan sawit
Ilustrasi Penembakan. Gambar : Unsplash/Maxim Hopman

MPN Indonesia 25 November 2025 - Lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, diduga menjadi korban penembakan oleh oknum keamanan perusahaan perkebunan sawit pada Senin (24/11).

Insiden terjadi saat para petani menghadang aktivitas perusakan tanaman menggunakan bulldozer oleh pihak perusahaan sekitar pukul 10.45 WIB.

Polisi menyatakan masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan rinci mengenai pelaku maupun kronologi lengkap.

Kelima petani yang mengalami luka tembak adalah Buyung yang mengalami luka tembak di dada kanan dan kini kritis, Linsurman terluka di lutut, Edi Hermanto mengalami luka di paha, Santo mengalami luka di rusuk bawah ketiak, dan Suhardin yang tertembak di betis.

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, penembakan terjadi ketika masyarakat menolak perusakan lahan yang diklaim milik mereka.

“Aksi penembakan itu berlangsung saat perusahaan hendak mendoser sejumlah lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Masyarakat menahan maka terjadilah penembakan oleh oknum pengaman perusahaan,” ujar Dodi saat dikonfirmasi melalui telepon, dikutip MPN Indonesia dari kompas.com, Selasa (25/11).

Kronologi Penembakan Petani Pino Raya

Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika petani Pino Raya melihat pihak PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) menggunakan bulldozer untuk merusak tanaman yang mereka klaim sebagai milik petani.

Aksi tersebut disebut sudah terjadi tiga kali pada hari yang sama. Pukul 10.45 WIB, keributan terjadi karena perusahaan tetap melanjutkan aktivitas.

Hingga pukul 12.00 WIB, ketegangan makin meningkat saat massa petani mengepung pihak perusahaan.

Pada pukul 12.45 WIB, seorang anggota keamanan PT ABS bernama Ricky menembak petani bernama Buyung di bagian dada.

Baca Juga:  Usai Jalani Sidang Pertama, Ruben Onsu dan Sarwendah akan Mediasi Minggu Depan terkait Wanprestasi

Sekitar pukul 13.00 WIB, Ricky kembali menembakkan senjata ke arah massa dan menyebabkan empat petani lainnya tertembak.

Pukul 13.15 WIB, sebagian warga membawa para korban ke rumah sakit, sementara warga lain mengejar Ricky dan mengamankan senjata api yang digunakan.

Tuntutan Walhi dan Proses Penyelidikan

Dodi Faisal mendesak Kepolisian Daerah Bengkulu mengusut tuntas kejadian tersebut, termasuk legalitas kepemilikan senjata api oleh pihak keamanan perusahaan.

“Polda Bengkulu memastikan perlindungan keamanan bagi korban, keluarga korban dan petani Pino Raya,” ungkapnya.

Ia juga meminta lembaga negara seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Ombudsman RI, dan LPSK turun tangan melakukan investigasi serta memberikan perlindungan.

Walhi Bengkulu turut mendesak Kementerian ATR/BPN RI agar menyelesaikan konflik agraria secara adil dan mencabut izin perkebunan perusahaan sawit yang diduga terlibat.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Akhyar Anugerah, mengatakan pihaknya bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan penembakan.

“Kami masih mengumpulkan informasi, adanya laporan warga tertembak,” pungkas Iptu Akhyar.

Hingga kini penyelidikan masih berlangsung, dan belum ada keterangan resmi terkait status pelaku serta langkah hukum yang akan diambil.

(AKM/NID/RAD)

Trending