Connect with us

Berita

Wanita di Bima jadi Korban Pelecehan Seksual, 6 Motor Pelaku dan Kerabatnya Dibakar

Dugaan begal payudara di Pasar Tente, Bima, memicu kemarahan massa. Kendaraan dibakar, dan warga Sumba dievakuasi ke tempat aman.

Actress 1299250

Published

on

Wanita di Bima jadi Korban Begal Payudara, 6 Motor Pelaku dan Kerabatnya Dibakar
Wanita di Bima jadi Korban Begal Payudara, 6 Motor Pelaku dan Kerabatnya Dibakar. Gambar: Kolase Tangkapan Layar X/@bacottetangga__

MPN Indonesia 16 Januari 2025 - Terjadi dugaan kasus begal payudara terhadap seorang perempuan berinisial S (20) di Pasar Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, pada Rabu (15/1).

Kasus ini memicu aksi massa yang berujung pada pembakaran kendaraan.

Enam sepeda motor milik terduga pelaku dan kerabatnya dibakar, sementara tiga lainnya dirusak oleh warga yang marah.

Akibatnya, puluhan warga dari komunitas yang sama dengan pelaku harus dievakuasi untuk mencegah konflik meluas.

Kronologi Kejadian di Pasar Tente

Peristiwa bermula ketika korban, warga Desa Nisa, Kecamatan Woha, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), di kawasan Pasar Tente.

Kapolsek Woha, AKP Sudirman, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi secara tiba-tiba, menyebabkan korban berteriak histeris sehingga menarik perhatian warga sekitar.

Pelaku langsung melarikan diri setelah kejadian, namun warga yang geram tidak mampu menahan amarah mereka.

Karena gagal menemukan pelaku, massa membakar enam unit sepeda motor yang diduga milik pelaku dan kerabatnya.

“Iya, ada pembakaran beberapa unit motor oleh massa. Informasinya, motor tersebut milik terduga pelaku dan teman-temannya,” ungkap AKP Sudirman.

Langkah Aparat dan Pengamanan Situasi

Pascakejadian, suasana sempat memanas di lokasi. Massa mengarahkan kemarahan mereka kepada warga Sumba yang tinggal di sekitar Pasar Tente.

Untuk menghindari konflik lebih lanjut, pihak kepolisian mengevakuasi 103 warga Sumba, termasuk anak-anak dan perempuan, ke Mapolsek Woha.

“Kami sudah evakuasi warga ke Polsek Woha untuk menghindari konflik lanjutan. Situasi saat ini sudah kondusif,” jelas AKP Sudirman.

Baca Juga:  Guru SD di Tangerang Banting Balita gegara Kesal Korban Rewel Diajak Naik Motor

Selain kepolisian, aparat TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) Woha juga dikerahkan untuk menjaga ketertiban.

Aparat bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Woha untuk meredam ketegangan antarwarga.

Pemindahan Pengungsi ke Dinas Sosial

Mengingat keterbatasan kapasitas Mapolsek Woha, para pengungsi dipindahkan ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima pada malam hari yang sama.

Pemindahan dilakukan secara bertahap menggunakan kendaraan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima.

“Warga dipindahkan ke kantor Dinsos karena tenda pengungsian telah disiapkan di sana,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Isyrah.

Dari total 103 pengungsi, 71 di antaranya adalah orang dewasa (44 laki-laki dan 27 perempuan), sementara 33 lainnya adalah anak-anak.

Isyrah memastikan bahwa kebutuhan dasar seperti keamanan, kenyamanan, dan layanan kesehatan bagi pengungsi tetap terjaga.

“Tenaga kesehatan juga telah disiagakan di lokasi untuk memastikan pelayanan optimal,” tambahnya.

Imbauan Aparat dan Proses Hukum

Kapolsek Woha menegaskan bahwa pihak kepolisian akan segera menangkap pelaku dugaan begal payudara tersebut untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak bertindak main hakim sendiri.

“Kami meminta semua pihak untuk menahan diri. Percayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” tegas AKP Sudirman.

Senada dengan itu, Camat Woha, Irfan, mengimbau masyarakat untuk menghindari aksi balas dendam.

“Kami percaya pihak kepolisian akan menyelesaikan masalah ini secara adil dan bijaksana,” katanya.

Penanganan Ketegangan Antarwarga

Pihak berwenang terus melakukan upaya untuk meredakan ketegangan antara warga lokal dan komunitas Sumba di Bima.

Komandan Koramil Woha, Lettu Cba Iwan Susanto, menyampaikan bahwa koordinasi intensif dengan aparat terkait terus dilakukan guna menciptakan suasana aman dan tertib.

Baca Juga:  Kelompok Pemuda Serang Pemukiman Warga di Jakut, Dekat Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni

“Kami akan memastikan warga Sumba dapat kembali tenang dan menjalani aktivitas dengan normal,” ujar Iwan.

Trending