Connect with us

Berita

Marak Kekerasan Seksual di Sekolah, Ini Trauma yang Bisa Dialami Anak!

Kekerasan seksual di sekolah tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi anak.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 24t140320.406
Marak Kekerasan Seksual di Sekolah, Ini Trauma yang Bisa Dialami Anak! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Mei 2025 - Kekerasan seksual di lingkungan sekolah tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam yang memengaruhi kondisi psikologis, emosional, dan sosial anak.

Yayasan Plan International Indonesia (YPII) mengungkapkan bahwa bentuk trauma ini dapat berlangsung dalam jangka panjang dan berdampak hingga dewasa apabila tidak ditangani secara profesional.

Bentuk Trauma yang Dialami Anak

Menurut YPII, anak korban kekerasan seksual umumnya mengalami rasa takut dan cemas berlebihan, penurunan kepercayaan diri, serta kecenderungan mengisolasi diri.

“Mereka juga bisa mengalami penurunan prestasi akademik, enggan kembali ke sekolah, hingga memutuskan berhenti sekolah,” ujar YPII saat dihubungi MPN Indonesia melalui surel, Selasa (20/5).

Tak hanya itu, korban sering kali menghadapi perundungan, stigma dari teman sebaya maupun lingkungan sekitar.

Dalam beberapa kasus berat, anak dapat menyakiti diri sendiri karena merasa tidak berharga.

“Tanpa intervensi profesional, trauma ini bisa menetap dan berdampak hingga dewasa,” jelas YPII.

YPII menekankan bahwa proses pemulihan setiap anak tidak bisa disamakan. Kondisi mental, lingkungan pengasuhan, serta keberadaan sistem pendukung seperti keluarga dan komunitas menjadi faktor penentu dalam durasi pemulihan.

Oleh karena itu, pendekatan individu menjadi sangat penting dalam proses pemulihan trauma anak.

Negara Wajib Lindungi Anak dari Kekerasan

Di sisi lain, YPII juga mengingatkan bahwa negara memiliki tanggung jawab konstitusional dalam melindungi anak dari kekerasan, termasuk di ruang pendidikan.

Sejumlah regulasi seperti Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014, serta UU ITE telah memberikan kerangka hukum yang jelas.

Baca Juga:  Dirut BNI Janji Kembalikan Dana Gereja Aek Nabara Rp28 M Hari Ini

Namun, YPII mencatat masih adanya sejumlah kekosongan kebijakan di lapangan. Antara lain lemahnya penegakan di tingkat daerah, belum terintegrasinya layanan pelaporan, serta kapasitas tenaga pendidik yang belum merata dalam mendeteksi dan menangani kasus kekerasan.

Bahkan, belum semua sekolah memiliki SOP penanganan kekerasan sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 46 Tahun 2023.

Rekomendasi YPII

Sebagai solusi, YPII merekomendasikan pembentukan tim pencegahan dan penanggulangan kekerasan di setiap sekolah, pelatihan wajib bagi tenaga pendidik, serta penguatan peran satuan tugas perlindungan anak di tingkat sekolah dan komunitas.

Sosialisasi perlindungan anak secara masif, peningkatan akses layanan konseling dan pemulihan, serta penyediaan mekanisme pelaporan yang ramah anak juga dinilai mendesak untuk dilaksanakan.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga4 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita23 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita30 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita55 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending