Berita
Pemerintah Tambah Kuota Beasiswa LPDP 2026, Ini Rinciannya!
Pemerintah menambah kuota beasiswa LPDP 2026 menjadi 5.750 penerima sesuai arahan Presiden Prabowo.
MPN Indonesia 19 Januari 2026 - Pemerintah menetapkan penambahan kuota program beasiswa LPDP menjadi 5.750 penerima untuk tahun anggaran 2026.
Keputusan ini diumumkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto dalam pernyataannya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).
Penambahan kuota tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto setelah bertemu dengan 1.200 rektor dan guru besar.
Langkah penambahan kuota ini dilakukan guna memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia nasional di tingkat global.
“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” ujar Brian kepada wartawan di Istana.
Program beasiswa ini dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan akan mulai dibuka pada tahun ini untuk pelaksanaan di tahun anggaran 2026.
Rincian Kuota dan Fokus Bidang Prioritas
Dari total 5.750 kuota beasiswa, alokasinya terdiri atas:
- 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S1),
- 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3,
- 750 kursi khusus bagi doktor spesialis.
Fokus pemberian beasiswa S2 dan S3 tahun ini diarahkan lebih spesifik sesuai kebutuhan pembangunan nasional.
“Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional,” jelas Brian.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi turut mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan peningkatan alokasi beasiswa LPDP di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), dengan target lebih dari 80 persen.
Presiden juga menetapkan langkah penguatan riset di perguruan tinggi dengan tambahan dana sebesar Rp4 triliun, melengkapi alokasi sebelumnya sebesar Rp8 triliun.
“Dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” ujar Prasetyo kepada wartawan.
Realisasi Anggaran dan Jangkauan Program
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyampaikan bahwa pembiayaan investasi untuk LPDP pada tahun 2025 mencapai Rp26,7 triliun, dari total dana abadi (endowment fund) sebesar Rp180,8 triliun.
Program LPDP sejauh ini telah mendanai pendidikan untuk 680.192 mahasiswa dengan total pendanaan sebesar Rp49,47 triliun.
Selain mendukung pendidikan, LPDP juga berkontribusi terhadap penguatan riset nasional. Hingga saat ini, telah didanai sebanyak 3.707 proyek penelitian dengan nilai Rp3,6 triliun.
“Ini manfaatnya dirasakan oleh 680.192 siswa dengan akumulasi pendanaan Rp49,47 triliun. Ada 3.707 proyek riset yang didanai senilai Rp3,6 triliun,” ujar Thomas dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1), dikutip MPN Indonesia pada Senin (19/1).
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
