Connect with us

Berita

2 Pendaki Asal Jakarta Jatuh Saat Mendaki Puncak Gunung Rinjani, 1 Orang Dikabarkan Hilang

Insiden tragis terjadi di Gunung Rinjani saat dua pendaki asal Jakarta terjatuh. Satu pendaki masih hilang sementara proses pencarian terus dilakukan.

Actress 1299250

Published

on

2 Pendaki Asal Jakarta Jatuh Saat Mendaki Puncak Gunung Rinjani, 1 Orang Dikabarkan Hilang
Pendaki asal Jakarta terjatuh di Gunung Rinjani. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Oktober 2024 - Pada Minggu (29/9), dua pendaki asal Jakarta mengalami insiden terjatuh saat mendaki menuju puncak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kejadian tersebut melibatkan Muhammad Afifah Reza dan Kaifat Rafi Mubarok, dengan satu di antaranya dilaporkan masih hilang.

Insiden ini terjadi di jalur pendakian Pelawangan menuju puncak Gunung Rinjani.

Menurut keterangan dari Iptu Nicolas Oesman, Kasi Humas Polres Lombok Timur, Kaifat Rafi Mubarok diduga tewas setelah terjatuh ke tebing dengan ketinggian sekitar 300 meter ke arah Danau Segara Anak.

Sementara, Muhammad Afifah Reza berhasil selamat meski sempat tergelincir di lokasi yang sama.

Kronologi Peristiwa

Pendakian dimulai pada tanggal 28 September 2024, di mana kedua pendaki bersama dengan 11 orang lainnya memulai perjalanan mendaki puncak Gunung Rinjani.

Mereka berencana melakukan pendakian selama empat hari, dengan jadwal berakhir pada 1 Oktober 2024.

Namun, insiden terjadi pada Minggu sore (29/9), sekitar pukul 16.00 WITA, di punggungan jalur Pelawangan menuju puncak.

Nicolas menjelaskan bahwa saat insiden terjadi, Afifah Reza berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada kayu.

Namun, Kaifat Rafi Mubarok tidak seberuntung itu. Ia sempat berpegangan pada batu, tetapi pegangan tersebut terlepas, menyebabkan dirinya jatuh ke jurang yang mengarah ke Danau Segara Anak.

“Kami masih menunggu bantuan dari tim penyelamat. Mengingat lokasi jatuhnya korban sangat sulit dijangkau, evakuasi tidak bisa dilakukan secara manual atau menggunakan peralatan seadanya,” ujar Nicolas dalam keterangannya pada Selasa (1/10).

Operasi Pencarian dan Evakuasi

Sejak kejadian tersebut, tim penyelamat segera dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Baca Juga:  Hasil Investigasi Kemenkes soal Dokter Magang Kalibata City, Tak Ada Indikasi Overwork

Sebanyak 31 anggota tim penyelamat, terdiri dari SAR Lombok Timur, EMHC, dan petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), ditugaskan untuk mencari dan mengevakuasi korban.

Mereka menghadapi tantangan medan yang terjal dan sulit dijangkau, yang mengharuskan penggunaan peralatan khusus.

Nicolas menambahkan bahwa pada Senin malam (30/9) sekitar pukul 20.35 WITA, tim evakuasi telah diberangkatkan dari kantor TNGR di Sembalun.

Mereka menggunakan lima unit motor trail untuk mendekati lokasi kejadian.

Sebagian tim lain diangkut menggunakan mobil hingga mencapai Pos 2 Sembalun, salah satu titik pemberhentian dalam jalur pendakian Gunung Rinjani.

“Kondisi di lokasi memang sangat sulit, sehingga kami membutuhkan peralatan khusus untuk bisa mencapai titik di mana korban terjatuh. Proses ini memerlukan waktu dan kehati-hatian,” lanjut Nicolas.

Kondisi Korban yang Selamat

Sementara itu, Muhammad Afifah Reza, pendaki yang berhasil selamat, saat ini berada di selter darurat Pelawangan Sembalun.

Ia tengah mendapatkan perawatan medis untuk pemulihan kondisi fisiknya setelah selamat dari insiden tersebut.

Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatannya secara detail, namun tim medis sudah memberikan penanganan awal.

Gunung Rinjani, Salah Satu Gunung Tertinggi di Indonesia

Gunung Rinjani, yang terletak di Lombok, NTB, merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Indonesia.

Dengan ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut, puncak Gunung Rinjani sering menarik minat pendaki lokal maupun mancanegara. Meski demikian, pendakian di gunung ini tidaklah mudah.

Jalur pendakian yang curam dan cuaca yang berubah-ubah sering kali menjadi tantangan serius bagi para pendaki.

Trending