Peristiwa
Cegah Lonjakan Harga, Pemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan untuk Stabilisasi Inflasi
Bazar Ramadan 2025 di Tangerang Selatan menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah, membantu masyarakat mengatasi lonjakan harga selama bulan puasa.
MPN Indonesia 12 Maret 2025 - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar Bazar Ramadan sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, pada Rabu (12/3) pukul 09.00 WIB di Lapangan Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Bazar Ramadan di Delapan Lokasi
Bazar Ramadan ini berlangsung selama dua hari dan diselenggarakan di delapan lokasi berbeda.
Pada hari pertama (12/3), kegiatan ini diadakan di Kecamatan Serpong Utara, Setu, Ciputat Timur, dan Pondok Aren.
Sementara itu, pada hari kedua (13/3), bazar berlangsung di Kecamatan Ciputat, Pamulang, dan Serpong.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Kapolsek Pondok Aren, Danramil Pondok Aren, lurah setempat, perwakilan Baznas Tangerang Selatan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Bagian Perekonomian Tangerang Selatan, serta Managing Director Sinar Mas Land.
Lebih dari 200 pengunjung hadir dalam kegiatan di Kecamatan Pondok Aren.
Meningkatkan Daya Beli dan Stabilitas Harga
Pemerintah Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang seperti MSI Ranggongen, BULOG, dan Diputra Regional Tangerang, dalam penyelenggaraan bazar ini.
Menurut Hendra, Kepala Perindustrian dan Perdagangan Tangsel, beberapa tujuan utama dari Bazar Ramadan ini, yaitu:
- Memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
- Meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok kurang mampu.
- Mendorong stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Bazar ini didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta partisipasi berbagai pihak yang memberikan subsidi harga bahan pokok.
Harga Lebih Murah dari Pasar
Berbagai bahan pokok dijual di bazar ini, termasuk beras, minyak goreng, bawang, cabai, gula, tepung terigu, dan telur.
Semua barang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Sebagai contoh, beras yang biasanya dijual Rp58.000 per kilogram di pasar, dalam bazar ini tersedia dengan harga lebih rendah sesuai standar BULOG.
Begitu pula dengan minyak goreng yang dijual di bawah Rp15.000 per liter, lebih murah dibandingkan harga pasar yang bisa mencapai Rp30.000 per liter.
“Jadi semua kebutuhan pangan, sembilan bahan pokok disiapkan selama satu hari ini, ya. Dan insya Allah semuanya cukup. Artinya ini untuk menyeimbangkan harga di pasar dengan permintaan yang sedang tinggi saat ini. Karena faktor puasa dan Lebaran seperti itu. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan lancar,” ujar Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Selatan pada Rabu (12/3).
Penyelenggara telah menyediakan tenda dan meja untuk memudahkan pengunjung dalam mendapatkan kebutuhan mereka.
Bazar Ramadan, Langkah Antisipasi Inflasi
Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, Bazar Ramadan ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi di Tangerang Selatan.
Meskipun tingkat inflasi di wilayah ini terkendali di angka sekitar 2%, pemerintah tetap melakukan langkah antisipatif untuk mencegah lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa faktor psikologis masyarakat turut mempengaruhi harga barang, terutama untuk bahan pokok seperti beras, minyak, cabai, telur, dan daging.
Dengan adanya bazar ini, lonjakan harga diharapkan dapat diredam sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang wajar.
Imbauan Wali Kota untuk Warga
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja selama Ramadan.
Ia menekankan pentingnya pengendalian diri dalam berbelanja agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa memicu kenaikan harga yang signifikan.
“Kalau memang butuh belanja Rp200.000, ya sudah Rp200.000 saja. Jangan tergoda membeli banyak hal karena faktor Ramadan dan Lebaran yang menyebabkan permintaan tinggi. Dengan begitu, stok tetap tersedia dan harga tetap stabil,” ujarnya.
Respon Positif dari Masyarakat
Masyarakat yang hadir dalam Bazar Ramadan ini memberikan tanggapan positif terhadap harga yang lebih murah dibandingkan pasar.
“Murah, beda dari pasar. Lumayan manfaatnya,” ujar Rineng, salah satu pengunjung, kepada MPN Indonesia pada Rabu (12/3).
Hal serupa disampaikan oleh Esti, yang merasa terbantu dengan adanya bazar ini, terutama bagi warga yang kurang mampu.
“Alhamdulillah harganya murah-murah, lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Ini sangat membantu masyarakat yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Semoga tahun depan lebih baik lagi, lebih banyak stoknya karena tahun ini cepat habis,” kata Esti.
Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat serta dukungan pemerintah dan berbagai pihak, Bazar Ramadan ini diharapkan dapat terus diadakan setiap tahun sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan meningkatkan kesejahteraan warga Tangerang Selatan.
(BNG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
